Alfred Tennyson adalah seorang penyair Inggris terkemuka di era Victoria, yang terkenal karena kehebatan lirisnya dan eksplorasi mendalam terhadap tema-tema seperti cinta, kehilangan, dan alam. Lahir pada tanggal 6 Agustus 1809, di Somersby, Lincolnshire, ia mengembangkan minatnya terhadap puisi sejak usia dini. Tennyson mencapai ketenaran yang luas dengan koleksinya "Puisi" yang diterbitkan pada tahun 1832 dan semakin memperkuat reputasinya dengan karya-karya seperti "The Charge of the Light Brigade" dan "In Memoriam," yang didedikasikan untuk teman dekatnya Arthur Hallam. Masa jabatannya sebagai Poet Laureate, posisi yang dipegangnya dari tahun 1850 hingga kematiannya pada tahun 1892, menandai periode penting dalam sejarah sastra Inggris. Kemampuan Tennyson untuk menangkap semangat zaman sambil mengangkat tema-tema universal diterima oleh pembaca. Melalui penggunaan gambaran yang jelas dan ritme yang luar biasa, ia membentuk suara unik yang telah memengaruhi banyak penyair yang mengikutinya. Warisan abadi Tennyson tercermin dalam berbagai penghargaannya, termasuk pengangkatannya ke House of Lords dan statusnya sebagai salah satu penyair yang paling banyak dibaca dalam sastra Inggris. Kontribusinya tidak hanya memperkaya lanskap budaya pada masanya tetapi juga meletakkan dasar bagi gerakan sastra di masa depan. Ia meninggal dunia pada tanggal 6 Oktober 1892, namun tetap menjadi tokoh penting dalam puisi Inggris. Alfred Tennyson, lahir pada tanggal 6 Agustus 1809, di Lincolnshire, Inggris, dikenang sebagai salah satu penyair terkemuka di era Victoria. Kecintaan awalnya terhadap puisi membawanya mencapai ketenaran dengan koleksinya "Puisi" pada tahun 1832. Karya Tennyson yang terkenal, seperti "The Charge of the Light Brigade" dan "In Memoriam," menunjukkan kemampuannya untuk menghubungkan pengalaman pribadi dengan emosi manusia yang lebih luas. Ditunjuk sebagai Penyair Pemenang pada tahun 1850, pengaruh Tennyson tumbuh ketika ia menangani perubahan lanskap sosial pada masanya. Penggunaan bahasa dan liriknya yang ahli mencerminkan kompleksitas cinta, kesedihan, dan alam, membuat puisinya beresonansi dengan penonton. Karyanya tidak hanya mendefinisikan suatu era tetapi juga menentukan panggung bagi perkembangan sastra di masa depan. Bahkan setelah kematiannya pada tanggal 6 Oktober 1892, warisan Tennyson tetap bertahan. Puisi-puisinya terus dipelajari dan diapresiasi, menyoroti peran pentingnya dalam membentuk sastra Inggris. Kontribusi Tennyson, mulai dari penyampaian cerita yang gamblang hingga kedalaman emosi yang mendalam, memastikan bahwa ia tetap menjadi tokoh sentral di antara para sastrawan terhebat dunia.
Tidak ada rekaman yang ditemukan.