Dorothy Thompson adalah jurnalis perintis dan komentator politik yang dikenal karena wawasannya mengenai isu-isu sosial dan politik. Lahir pada tahun 1893, ia menjadi salah satu koresponden asing perempuan pertama, yang mendapatkan ketenaran karena karyanya meliput peristiwa-peristiwa besar di Eropa pada awal abad ke-20. Pelaporan Thompson sering menantang status quo, membahas isu-isu seperti fasisme dan hak-hak perempuan, dan dia adalah seorang kritikus vokal terhadap Adolf Hitler, yang dia wawancarai pada tahun 1931. Keberaniannya dalam jurnalisme menjadi preseden bagi penulis perempuan masa depan. Thompson berkontribusi pada berbagai publikasi, termasuk New York Evening Post dan kemudian kolom sindikasinya sendiri. Dia adalah tokoh yang berpengaruh pada tahun 1930-an dan 40-an, mempengaruhi opini publik melalui komentarnya yang tajam. Tulisannya mencerminkan dedikasinya terhadap demokrasi dan keadilan sosial, menjadikannya tokoh penting dalam lanskap jurnalisme Amerika. Selain itu, ia dikenal karena pidato dan penampilan publiknya, di mana ia memperjuangkan hak-hak sipil dan menentang rezim totaliter. Sepanjang karirnya, Thompson dianugerahi beberapa penghargaan atas kontribusinya pada jurnalisme dan pembelaannya terhadap hak asasi manusia. Warisannya bertahan lama, karena ia tidak hanya membuka pintu bagi perempuan dalam dunia jurnalisme, namun juga meninggalkan banyak karya yang terus bergema. Kisah hidup Thompson menjadi inspirasi, menyoroti dampak dari suara-suara yang kuat dalam mengadvokasi kebenaran dan keadilan di masyarakat.
Dorothy Thompson adalah jurnalis perintis yang memberikan kontribusi signifikan terhadap komentar politik dan isu-isu sosial.
Dia mendapatkan ketenaran di abad ke-20 sebagai salah satu koresponden asing perempuan pertama, yang meliput peristiwa-peristiwa besar di Eropa dan mengadvokasi demokrasi dan hak-hak perempuan.
Warisannya menginspirasi generasi mendatang, saat ia memperjuangkan kebenaran dan hak asasi manusia melalui tulisan dan jurnalismenya yang berpengaruh.