📖 Jean Racine

🌍 Perancis

🎂 December 22, 1639  –  ⚰️ April 21, 1699
Jean Racine adalah seorang dramawan Prancis terkemuka pada abad ke-17, yang terkenal karena penguasaannya terhadap tragedi. Lahir pada tahun 1639, karya Racine sering kali mengeksplorasi tema gairah, nasib, dan kondisi manusia, dengan memanfaatkan pengaruh klasik secara mendalam. Pendidikannya di Port-Royal des Champs memainkan peran penting dalam membentuk suara sastra dan pandangan filosofisnya. Pemahaman Racine tentang emosi manusia dan dilema moral memungkinkannya menciptakan karakter kompleks yang bergulat dengan konflik batin mereka, sehingga membuat dramanya sangat berdampak. Drama Racine seperti "Phèdre", "Andromaque", dan "Esther" menonjolkan kemampuannya dalam menggabungkan bahasa puitis dengan wawasan psikologis yang mendalam. Gayanya ditandai dengan penggunaan syair alexandrine, yang berkontribusi pada keindahan ritme karyanya. Tragedi Racine sering kali diambil dari mitologi dan sejarah Yunani, menampilkan pergulatan abadi antara keinginan dan kewajiban moral. Pengisahan ceritanya menangkap gejolak emosi mendalam yang dialami tokoh-tokohnya, menjadikan mereka tokoh yang relevan dan bertahan lama dalam sastra. Meskipun menghadapi persaingan dari orang-orang sezamannya, termasuk Molière, Racine mengamankan posisinya sebagai salah satu penulis drama terhebat dalam sejarah Prancis. Warisannya terus mempengaruhi penulis dan praktisi teater, dan dramanya masih dipentaskan secara luas hingga saat ini. Melalui pengembangan karakternya yang rumit dan eksplorasi tema-tema yang tak lekang oleh waktu, karya-karya Racine mengingatkan kita akan kompleksitas sifat manusia dan konsekuensi dari pilihan-pilihan kita. Jean Racine adalah seorang dramawan Prancis terkemuka pada abad ke-17, yang terkenal karena penguasaannya terhadap tragedi. Lahir pada tahun 1639, karya Racine sering kali mengeksplorasi tema gairah, nasib, dan kondisi manusia, dengan memanfaatkan pengaruh klasik secara mendalam. Pendidikannya di Port-Royal des Champs memainkan peran penting dalam membentuk suara sastra dan pandangan filosofisnya. Pemahaman Racine tentang emosi manusia dan dilema moral memungkinkannya menciptakan karakter kompleks yang bergulat dengan konflik batin mereka, sehingga membuat dramanya sangat berdampak. Drama Racine seperti "Phèdre", "Andromaque", dan "Esther" menonjolkan kemampuannya dalam menggabungkan bahasa puitis dengan wawasan psikologis yang mendalam. Gayanya ditandai dengan penggunaan syair alexandrine, yang berkontribusi pada keindahan ritme karyanya. Tragedi Racine sering kali diambil dari mitologi dan sejarah Yunani, menampilkan pergulatan abadi antara keinginan dan kewajiban moral. Pengisahan ceritanya menangkap gejolak emosi mendalam yang dialami tokoh-tokohnya, menjadikan mereka tokoh yang relevan dan bertahan lama dalam sastra. Meskipun menghadapi persaingan dari orang-orang sezamannya, termasuk Molière, Racine mengamankan posisinya sebagai salah satu penulis drama terhebat dalam sejarah Prancis. Warisannya terus mempengaruhi penulis dan praktisi teater, dan dramanya masih dipentaskan secara luas hingga saat ini. Melalui pengembangan karakternya yang rumit dan eksplorasi tema-tema yang tak lekang oleh waktu, karya-karya Racine mengingatkan kita akan kompleksitas sifat manusia dan konsekuensi dari pilihan-pilihan kita.
Tidak ada rekaman yang ditemukan.