Linus Pauling adalah seorang ahli kimia Amerika, ahli biokimia, dan aktivis perdamaian, yang terkenal karena kontribusinya terhadap penelitian ilmiah dan kesehatan masyarakat. Dia dianugerahi Hadiah Nobel dalam Kimia pada tahun 1954 untuk karyanya dalam teori ikatan kimia dan Hadiah Nobel Perdamaian pada tahun 1962 untuk aktivisme melawan pengujian senjata nuklir. Penelitian Pauling meletakkan dasar untuk memahami struktur protein dan sifat ikatan kimia, secara signifikan memengaruhi bidang biologi molekuler. Di luar prestasi ilmiahnya, Pauling adalah pendukung yang kuat untuk perdamaian, terutama selama era Perang Dingin. Dia berkampanye dengan penuh semangat terhadap senjata nuklir, menjadi salah satu tokoh paling vokal dalam gerakan untuk melucuti senjata. Aktivismenya membuatnya mendapatkan rasa hormat dan kritik, menandai dia sebagai tokoh polarisasi dalam sejarah Amerika. Warisan Pauling terus memengaruhi sains dan advokasi. Pendekatan interdisiplinernya menggabungkan penyelidikan ilmiah yang ketat dengan komitmen yang mendalam terhadap masalah sosial, mencontohkan bagaimana sains dapat berpotongan dengan etika dan keprihatinan yang lebih luas dari kemanusiaan. Pekerjaan hidupnya menggarisbawahi pentingnya para ilmuwan yang terlibat dengan tantangan global, memperkuat tempatnya sebagai pelopor dalam penelitian dan aktivisme.
Linus Pauling adalah seorang ahli kimia Amerika, ahli biokimia, dan aktivis perdamaian, yang terkenal karena kontribusinya yang inovatif terhadap sains dan upaya perdamaian global.
Dia menerima Hadiah Nobel dalam Kimia dan kemudian Hadiah Nobel Perdamaian, yang mencerminkan pengaruh gandanya di komunitas ilmiah dan ranah aktivisme.
Warisan Pauling adalah signifikan, menunjukkan bagaimana penyelidikan ilmiah dapat berpotongan dengan masalah etika dan masalah sosial, mendorong generasi masa depan untuk terlibat dalam kedua bidang.