Marcus J. Borg adalah seorang sarjana dan teolog Perjanjian Baru terkemuka yang terkenal karena kontribusinya terhadap pemahaman tentang Yesus dan Kekristenan awal. Dia menjabat sebagai profesor agama dan filsafat di Oregon State University dan banyak menulis, menjembatani kesenjangan antara beasiswa akademis dan pemahaman populer. Karya-karyanya sering kali menekankan interpretasi progresif terhadap iman Kristen, menantang kepercayaan tradisional, dan mempromosikan pendekatan yang lebih kritis terhadap sejarah terhadap Alkitab. Tulisan Borg, seperti "Meeting Jesus Again for the First Time," bertujuan agar konsep teologis dapat diakses oleh khalayak yang lebih luas.
Sebagai tokoh utama dalam Seminar Yesus, Borg menganjurkan pandangan yang lebih bernuansa tentang Yesus, dengan menentang pemahaman kitab suci yang literalistik dan sebaliknya berfokus pada konteks sejarah dan interpretasi metaforis. Ia berusaha menampilkan Yesus sebagai sosok yang penuh belas kasih dan keadilan sosial, bukan sekadar ikon agama. Melalui ceramah dan bukunya, Borg berinteraksi dengan khalayak luas, mendorong individu untuk memikirkan kembali keyakinan mereka dan menemukan makna yang lebih dalam dalam tradisi keyakinan mereka.
Warisan Borg termasuk mendorong dialog antara iman dan penyelidikan kritis, memposisikan dirinya sebagai jembatan antara perspektif Kristen konservatif dan liberal. Ia memperjuangkan pandangan spiritualitas yang mencakup pertanyaan dan ketidakpastian, bukan kepastian dogmatis. Pengaruhnya terus bergema dalam diskusi kontemporer tentang peran sejarah dalam iman dan pentingnya pendekatan spiritualitas yang penuh kasih dan inklusif, mengundang orang lain untuk mengeksplorasi keyakinan mereka dengan cara yang bijaksana dan reflektif.