Marilyn French adalah seorang penulis Amerika terkemuka, yang dikenal karena kontribusinya yang signifikan terhadap sastra feminis. Lahir pada tahun 1929, ia memperoleh ketenaran melalui novelnya "The Women's Room", yang mengeksplorasi tema-tema pembebasan perempuan dan perjuangan untuk identitas pribadi. Tulisannya sering kali mencerminkan komitmennya dalam mengadvokasi hak-hak perempuan dan menentang norma-norma masyarakat, menjadikannya suara yang kuat dalam gerakan feminis. Selain karya fiksinya, French banyak menulis tentang isu-isu sosial, menyumbangkan esai dan kritik yang menggali dinamika ketidaksetaraan gender dan ekspektasi budaya. Karyanya menginspirasi banyak pembaca untuk memikirkan kembali peran tradisional dan mempertimbangkan dampak patriarki terhadap kehidupan perempuan. Ia tidak takut untuk mengangkat topik kontroversial, sehingga membantu memperluas wacana seputar feminisme. Sepanjang karirnya, French menerima pujian dan kritik atas ide-ide berani dan gaya menulisnya. Meskipun demikian, pengaruhnya terhadap pemikiran dan sastra feminis tetap signifikan. Dia meninggal dunia pada tahun 2009, meninggalkan warisan yang terus menginspirasi diskusi tentang gender dan masyarakat. Marilyn French adalah seorang penulis Amerika terkemuka yang memainkan peran penting dalam sastra feminis. Lahir pada tahun 1929, ia menjadi terkenal karena novel terobosannya "The Women's Room", yang membahas perjuangan pembebasan perempuan dan identitas pribadi. Karya-karya French sering kali mencerminkan komitmen kuatnya dalam mengadvokasi hak-hak perempuan, dan menempatkannya sebagai suara penting dalam gerakan feminis. Selain fiksinya, French menulis banyak esai dan kritik yang mengkaji ketidaksetaraan gender dan ekspektasi budaya. Tulisannya mendorong pembaca untuk mempertimbangkan kembali peran tradisional dan memahami dampak patriarki terhadap kehidupan perempuan. Ia mahir menyikapi isu-isu kontroversial sehingga memperkaya dialog seputar feminisme. Karier Marilyn French ditandai dengan pujian dan kritik atas ide-idenya yang berani dan gaya penulisannya yang khas. Meskipun demikian, pengaruhnya terhadap pemikiran dan sastra feminis sangat besar. Dia meninggal dunia pada tahun 2009, meninggalkan warisan abadi yang terus memicu diskusi tentang gender dan struktur masyarakat.
Tidak ada rekaman yang ditemukan.