๐Ÿ“– T. S. Eliot

๐ŸŒ Amerika  |  ๐Ÿ‘จโ€๐Ÿ’ผ Penyair

๐ŸŽ‚ September 26, 1888  โ€“  โšฐ๏ธ January 4, 1965
T.S. Eliot adalah penyair, penulis naskah, dan kritikus abad ke-20 terkemuka, yang dikenal karena pendekatan inovatifnya terhadap sastra modernis. His seminal works, such as "The Waste Land" and "The Love Song of J. Alfred Prufrock," explore themes of disillusionment and fragmentation in the post-war world. Puisi Eliot sering mencerminkan daya tariknya dengan waktu, ingatan, dan iman agama, mengungkapkan pandangannya yang kompleks tentang keberadaan modern. Pengaruh Eliot melampaui puisi; he was also a significant figure in theater and criticism. Permainannya, seperti "Pembunuhan di Katedral," mempelajari dilema moral dan spiritual, memperluas eksplorasi pengalaman manusia. As a critic, he emphasized the importance of tradition and the interconnectedness of literary works, shaping the understanding of modern literature. Selain kontribusinya, T.S. Eliot menerima Hadiah Nobel dalam Sastra pada tahun 1948, mengakui dampaknya yang mendalam pada puisi dan drama. His work continues to resonate, offering insights into the human condition and the challenges of modern life, solidifying his legacy as one of the greatest writers of the 20th century. T.S. Eliot adalah penyair, penulis naskah, dan kritikus abad ke-20 terkemuka yang dikenal karena pendekatan inovatifnya terhadap sastra modernis. His seminal works, such as "The Waste Land" and "The Love Song of J. Alfred Prufrock," explore themes of disillusionment and fragmentation in the post-war world. Puisi Eliot sering mencerminkan daya tariknya dengan waktu, ingatan, dan iman agama, mengungkapkan pandangannya yang kompleks tentang keberadaan modern. Pengaruh Eliot melampaui puisi; Dia juga seorang tokoh penting dalam teater dan kritik. Permainannya, seperti "Pembunuhan di Katedral," mempelajari dilema moral dan spiritual, memperluas eksplorasi pengalaman manusia. As a critic, he emphasized the importance of tradition and the interconnectedness of literary works, shaping the understanding of modern literature. Selain kontribusinya, T.S. Eliot menerima Hadiah Nobel dalam Sastra pada tahun 1948, mengakui dampaknya yang mendalam pada puisi dan drama. His work continues to resonate, offering insights into the human condition and the challenges of modern life, solidifying his legacy as one of the greatest writers of the 20th century.
Tidak ada rekaman yang ditemukan.