Dan bagaimana Turki mempertahankan semua itu? Lawrence bertanya. Tidak diragukan lagi melalui garis parit di bagian bawah jika kita datang seperti tentara dengan spanduk, tapi bagaimana kalau kita adalah sebuah pengaruh, sebuah gagasan, sesuatu yang tidak berwujud, kebal, tanpa bagian depan atau belakang, melayang seperti gas? … Sebagian besar perang adalah perang kontak, kedua kekuatan berusaha saling berhubungan untuk menghindari kejutan taktis. Perang kita harusnya merupakan perang pelepasan. Kami harus membendung musuh dengan ancaman diam-diam dari gurun luas yang tidak diketahui, tidak mengungkapkan diri kami sampai kami menyerang. Jika asing bagi banyak orang
(And how would the Turks defend all that? Lawrence asked. No doubt by a trenchline across the bottom if we came like an army with banners, but suppose we were {as we might be} an influence, an idea, a thing intangible, invulnerable, without front or back, drifting about like a gas? … Most wars were wars of contact, both forces striving into touch to avoid tactical surprise. Ours should be a war of detachment. We were to contain the enemy by the silent threat of a vast unknown desert, not disclosing ourselves till we attacked. If alien to many)
Lawrence mempertanyakan bagaimana Turki akan mempertahankan posisi mereka, dan menyatakan bahwa mereka kemungkinan akan membangun parit jika dihadapkan dengan tentara tradisional. Namun, ia mengusulkan pendekatan yang berbeda, yaitu pendekatan yang berfokus pada pengoperasian sebagai pengaruh yang tidak terlihat dan bukan sebagai kekuatan konvensional. Metode ini akan melibatkan detasemen strategis, sehingga menciptakan suasana ketidakpastian dan ancaman tanpa konfrontasi langsung.
Dia membayangkan kampanye yang mengandalkan kekuatan yang tidak diketahui, menggunakan gurun yang luas dan mengintimidasi sebagai sarana untuk membendung musuh. Dengan tidak mengungkapkan kehadiran mereka hingga saat penyerangan, mereka dapat mengeksploitasi unsur kejutan, sehingga mendefinisikan kembali sifat peperangan. Strategi Lawrence menekankan perlunya taktik yang tidak konvensional dalam lanskap perang yang terus berkembang.