Cerutu harusnya seperti bawang,” katanya sambil melepaskan kaitan dan membuka kaca jendela. “Entah seluruh perusahaan melakukannya, atau seluruh perusahaan tidak.
(Cigars should be like onions," she said, unfastening the catch and pushing back the pane. "Either the whole company does, or the whole company does not.)
Dalam "The Blue Sword" oleh Robin McKinley, karakter menggunakan metafora tentang cerutu untuk mengekspresikan gagasan persatuan di antara suatu kelompok. Dia menyarankan bahwa sama seperti cerutu harus dinikmati bersama, baik semua orang ikut atau tidak sama sekali, dengan menekankan pengalaman kolektif. Komentar ini menyoroti pentingnya momen bersama dan aktivitas komunal dalam membina hubungan antar individu.
Gagasan ini tidak hanya mencakup cerutu, namun juga mencakup tema kesetiaan dan kebersamaan yang lebih luas dalam narasinya. Hal ini mencerminkan keyakinan karakter bahwa persahabatan sejati ditandai dengan keterlibatan kolektif, yang memengaruhi dinamika hubungan dan kerja tim di sepanjang cerita.