{Gonturan} adalah teman sejati, tapi teman yang berpikiran sendiri, dan memikirkan orang lain itu berbahaya.
({Gonturan} is a true friend, but a friend with thoughts of her own, and the thoughts of others are dangerous.)
Dalam "The Blue Sword" karya Robin McKinley, karakter Gonturan mewakili sifat kompleks persahabatan, yang mewujudkan kesetiaan dan kemandirian. Meskipun dia adalah teman sejati sang protagonis, pemikiran dan keyakinannya terkadang berbeda dari pemikiran dan keyakinan orang lain, sehingga menyoroti dinamika rumit dalam hubungan pribadi. Dinamika ini menunjukkan bahwa persahabatan sejati tidak berarti persetujuan penuh atau keseragaman dalam berpikir.
Kutipan tersebut menggarisbawahi kehati-hatian terhadap pengaruh pemikiran dan opini eksternal dalam kehidupan seseorang. Hal ini menunjukkan bahwa meskipun memiliki teman yang suportif itu berharga, penting juga untuk menghadapi tantangan yang datang dari sudut pandang yang berbeda. Kompleksitas Gonturan menjadi pengingat bahwa persahabatan bisa memperkaya dan, kadang-kadang, berpotensi membahayakan karena keyakinan yang bertentangan.