Perjalanan itu bukanlah perjalanan yang menyenangkan, apalagi perjalanan ke wilayah barat di wilayah Outlander, tempat seorang lelaki tua yang keras kepala dan angkuh menolak mendengarkan kebenaran; tapi Corlath sudah menduga apa yang dia temukan dan—menurutnya—tidak ada gunanya berkecil hati.
(It had not been a very cheerful journey, not the least for the western excursion into Outlander territory, where a stubborn and pompous old man had refused to listen to the truth; but Corlath had expected what he found and-she thought-saw no use in being discouraged.)
Perjalanan yang digambarkan dalam "The Blue Sword" oleh Robin McKinley jauh dari kata menggembirakan, terutama selama perjalanan ke wilayah Outlander. Sang protagonis menghadapi tantangan, terutama menghadapi seorang lelaki tua keras kepala yang mengabaikan kebenaran. Konfrontasi ini menunjukkan perlawanan yang terjadi selama ini.
Meskipun mengalami pengalaman suram, Corlath, tokoh kunci, tampaknya siap menghadapi peristiwa yang terjadi. Daripada menyerah pada kekecewaan, ia menunjukkan ketangguhan, menunjukkan pemahaman bahwa menghadapi kesulitan adalah bagian dari perjalanan mereka. Perspektif ini mengangkat tema ketekunan dalam menghadapi tantangan.