...seperti butiran pasir yang masuk ke dalam cangkang tiram. Bagaimana jika butirannya tidak mau menjadi mutiara? Pernahkah ia diminta untuk keluar diam-diam dan mengambil posisi lamanya sebagai dasar laut?

...seperti butiran pasir yang masuk ke dalam cangkang tiram. Bagaimana jika butirannya tidak mau menjadi mutiara? Pernahkah ia diminta untuk keluar diam-diam dan mengambil posisi lamanya sebagai dasar laut?


(...like a grain of sand that gets into an oyster's shell. What if the grain doesn't want to become a pearl? Is it ever asked to climb out quietly and take up its old position as a bit of ocean floor?)

πŸ“– Robin McKinley

🌍 Amerika  |  πŸ‘¨β€πŸ’Ό Pengarang

(0 Ulasan)

Dalam "The Blue Sword," Robin McKinley mengeksplorasi gagasan transformasi dan tekanan untuk menyesuaikan diri dengan peran yang telah ditentukan. Metafora sebutir pasir yang masuk ke dalam cangkang tiram melambangkan perubahan yang tidak terduga dan harapan bahwa seseorang harus beradaptasi dengan keadaan tersebut. Contoh ini menimbulkan pertanyaan penting mengenai identitas dan gagasan tentang pilihan dalam menghadapi transformasi.

Teks tersebut lebih lanjut mengemukakan skenario yang menggugah pikiran di mana biji-bijian, alih-alih menerima nasibnya sebagai mutiara, malah ingin kembali ke keberadaan sebelumnya di lautan. Hal ini membawa perhatian pada keinginan akan otonomi dan hak untuk tetap tidak berubah yang sering diabaikan, menantang asumsi bahwa semua perubahan bermanfaat atau diinginkan. McKinley dengan indahnya menangkap ketegangan antara potensi dan hak pilihan pribadi.

Page views
178
Pembaruan
November 01, 2025

Rate the Quote

Tambah Komentar & Ulasan

Ulasan Pengguna

Berdasarkan 0 ulasan
5 Bintang
0
4 Bintang
0
3 Bintang
0
2 Bintang
0
1 Bintang
0
Tambah Komentar & Ulasan
Kami tidak akan pernah membagikan email Anda dengan orang lain.