Ayahku... membesarkanku untuk mengambil keputusan sendiri. Cara dia melakukan ini adalah dengan mengalah ketika saya memintanya, bahkan ketika saya bodoh. Saya menjalaninya; dan aku mengetahui pikiranku sendiri; dan dia akan melakukan apa yang aku minta padanya.

Ayahku... membesarkanku untuk mengambil keputusan sendiri. Cara dia melakukan ini adalah dengan mengalah ketika saya memintanya, bahkan ketika saya bodoh. Saya menjalaninya; dan aku mengetahui pikiranku sendiri; dan dia akan melakukan apa yang aku minta padanya.


(My father... raised me to make up my own mind. The way he did this was by yielding to me when I asked, even when I was foolish. I lived through it; and I know my own mind; and he will do what I ask him.)

πŸ“– Robin McKinley

🌍 Amerika  |  πŸ‘¨β€πŸ’Ό Pengarang

(0 Ulasan)

Dalam "The Blue Sword" oleh Robin McKinley, tokoh protagonis merefleksikan pelajaran yang diberikan oleh ayahnya, menekankan pentingnya otonomi pribadi. Dia mendorongnya untuk berpikir sendiri dan membuat keputusan sendiri, bahkan jika itu berarti membiarkan dia mengatasi kesalahannya sendiri. Pendekatan ini memupuk kemandiriannya dan membentuk pemahamannya tentang keinginan dan keyakinannya sendiri.

Sifat ayah yang mengalah memberikan ruang aman bagi anak perempuan untuk mengeksplorasi jati dirinya dan menegaskan kemauannya. Hasilnya, dia merasa yakin dengan permintaannya dan memahami nilai penemuan diri. Narasi ini menyoroti dinamika bimbingan orang tua dan dampak kepercayaan terhadap pertumbuhan anak menuju kemandirian.

Page views
185
Pembaruan
November 01, 2025

Rate the Quote

Tambah Komentar & Ulasan

Ulasan Pengguna

Berdasarkan 0 ulasan
5 Bintang
0
4 Bintang
0
3 Bintang
0
2 Bintang
0
1 Bintang
0
Tambah Komentar & Ulasan
Kami tidak akan pernah membagikan email Anda dengan orang lain.