Oh, mengapa belas kasih melemahkan kita?' Sebenarnya tidak... Di suatu tempat di mana semuanya seimbang - bukankah para filsuf punya nama untuk itu, tempat yang tepat, tempat di mana jawabannya ada? - jika kita bisa pergi ke sana, kamu akan melihatnya tidak. Dari sini, ia hanya terlihat sedikit seperti seekor semut di kaki pohon ek. Dia tidak tahu bahwa itu adalah pohon; bagi dia, itu adalah awal dari tembok yang mengelilingi dunia.

Oh, mengapa belas kasih melemahkan kita?' Sebenarnya tidak... Di suatu tempat di mana semuanya seimbang - bukankah para filsuf punya nama untuk itu, tempat yang tepat, tempat di mana jawabannya ada? - jika kita bisa pergi ke sana, kamu akan melihatnya tidak. Dari sini, ia hanya terlihat sedikit seperti seekor semut di kaki pohon ek. Dia tidak tahu bahwa itu adalah pohon; bagi dia, itu adalah awal dari tembok yang mengelilingi dunia.


(Oh, why does compassion weaken us?'It doesn't, really ... Somewhere where it all balances out - don't the philosophers have a name for it, the perfect place, the place where the answers live? - if we could go there, you could see it doesn't. It only looks, a little bit, like it does, from here, like an ant at the foot of an oak tree. He doesn't have a clue that it's a tree; it's the beginning of the wall round the world, to him.)

πŸ“– Robin McKinley

🌍 Amerika  |  πŸ‘¨β€πŸ’Ό Pengarang

(0 Ulasan)

Kutipan tersebut mencerminkan gagasan bahwa kasih sayang sering disalahartikan sebagai kelemahan. Pada kenyataannya, hal ini memiliki kekuatan dan kedalaman jika dikaji dari perspektif yang lebih luas. Narator menyatakan bahwa memandang kasih sayang dari sudut pandang yang terbatas dapat menimbulkan kesalahpahaman, seperti seekor semut yang berjuang untuk memahami luasnya pohon ek. Gambaran ini mengilustrasikan bagaimana perspektif yang terbatas dapat mendistorsi pemahaman kita tentang kebenaran yang lebih besar.

Penyebutan para filosof dan pencarian tempat yang sempurna melambangkan pencarian kebijaksanaan dan pemahaman yang lebih dalam. Ini menyiratkan bahwa wawasan sejati tentang kasih sayang dan kekuatan ada di alam di luar persepsi kita. Jika seseorang dapat mengakses pemahaman mendalam ini, mereka akan menyadari bahwa belas kasih tidak melemahkan kita; sebaliknya, hal ini menghubungkan kita dengan realitas yang lebih besar yang melampaui pengalaman individu kita.

Page views
308
Pembaruan
November 01, 2025

Rate the Quote

Tambah Komentar & Ulasan

Ulasan Pengguna

Berdasarkan 0 ulasan
5 Bintang
0
4 Bintang
0
3 Bintang
0
2 Bintang
0
1 Bintang
0
Tambah Komentar & Ulasan
Kami tidak akan pernah membagikan email Anda dengan orang lain.