{Pada pelatihan postur kostum periode:} Kami semua berdiri seperti spageti setengah matang yang diluruskan.
({On period costume posture coaching:} We all stand about like parboiled spaghetti being straightened out.)
Kutipan ini secara lucu menggambarkan kecanggungan dan ketidaknyamanan yang sering dialami selama pelatihan postur kostum, sebuah proses yang penting dalam pembuatan film sejarah untuk secara otentik mewakili perilaku dan tingkah laku masa lalu. Perumpamaan yang membandingkan peserta dengan "spaghetti setengah matang yang diluruskan" memberikan gambaran yang jelas tentang lemas dan kaku—awalnya lunak dan terkulai, lalu secara paksa dibentuk kembali menjadi bentuk yang kaku dan tegak. Hal ini menyoroti ketidakwajaran dalam mengadopsi postur sejarah bagi individu modern yang tidak terbiasa dengan bentuk-bentuk tersebut, sehingga membangkitkan suasana perjuangan kolektif dan upaya untuk menyesuaikan diri dengan gaya-gaya zaman yang ketat.
Di luar arti harfiahnya, kutipan ini secara halus mengkritik aspek performatif dalam mewujudkan keakuratan sejarah, mengajak pembaca untuk mengakui ketegangan antara keaslian dan sifat manusia. Hal ini mengingatkan kita bahwa praktik budaya, seperti postur dan gerak tubuh, bukan sekadar estetika namun merupakan kebiasaan fisik yang sudah mendarah daging dan sulit untuk ditiru tanpa menimbulkan rasa tidak nyaman. Humor yang digunakan juga berfungsi untuk meredakan keseriusan dari pelatihan yang ketat tersebut, menunjukkan bahwa bahkan para profesional pun bisa merasa konyol dalam mengejar kesetiaan sejarah.
Sebagai cerminan disiplin pembuatan film dan teater, kutipan tersebut menggarisbawahi dedikasi di balik layar, di mana para aktor dan pelatih bekerja dengan sabar untuk menghidupkan masa lalu, meskipun itu berarti perasaan seperti spageti lemas yang dibentuk kembali secara paksa. Ini adalah sebuah ajakan untuk mengapresiasi betapa besarnya upaya yang dicurahkan ke dalam detail-detail yang mungkin dianggap remeh oleh pemirsa, menawarkan jendela ringan ke dalam karya yang seringkali tidak terlihat namun penting yang terlibat dalam penggambaran sejarah di layar secara autentik.