Tunggu dan pikirkan kapan kita akan kembali, tikus - maka kamu akan benar-benar melihat seperti apa pertempuran itu." Simeon menoleh ke arah suara Graypatch. "Aduh, aku tidak akan pernah melihat apa pun karena aku buta; tapi aku bisa merasakan banyak hal. Saya bisa merasakan Anda jahat sekaligus putus asa. Mereka bilang kamu hanya punya satu mata. Aku heran kepadamu—bahkan orang bodoh yang bermata setengah pun dapat melihat bahwa kamu tidak akan pernah menang melawan kebaikan jika kamu jahat.

Tunggu dan pikirkan kapan kita akan kembali, tikus - maka kamu akan benar-benar melihat seperti apa pertempuran itu." Simeon menoleh ke arah suara Graypatch. "Aduh, aku tidak akan pernah melihat apa pun karena aku buta; tapi aku bisa merasakan banyak hal. Saya bisa merasakan Anda jahat sekaligus putus asa. Mereka bilang kamu hanya punya satu mata. Aku heran kepadamu—bahkan orang bodoh yang bermata setengah pun dapat melihat bahwa kamu tidak akan pernah menang melawan kebaikan jika kamu jahat.


(Wait and wonder when we will return, mouse - then you will really see what a battle is like."Simeon turned his head in the direction of Graypatch's voice. "Alas, I will never see anything for I am blind; but I can sense a lot. I can feel you are both evil and desperate. They say you have only one eye. I am surprised at you-even a fool with half an eye could see that you will never triumph against good if you are evil.)

📖 Brian Jacques

🌍 Bahasa inggris  |  👨‍💼 Penulis

🎂 June 15, 1939  –  ⚰️ February 5, 2011
(0 Ulasan)

Kutipan tersebut mencerminkan momen ketegangan antara Simeon dan Graypatch, di mana niat jahat Graypatch dikontraskan dengan persepsi Simeon yang buta namun berwawasan luas. Simeon mengakui ketidakmampuannya untuk melihat secara fisik tetapi menegaskan bahwa dia dapat merasakan kejahatan dalam diri Graypatch, menyoroti pentingnya penglihatan batin dibandingkan penglihatan fisik. Interaksi ini menunjukkan bahwa pemahaman yang benar sering kali berasal dari kejelasan moral dan bukan sekadar persepsi visual.

Kata-kata bijak Simeon menekankan bahwa kebaikan pada akhirnya akan menang melawan kejahatan, menjadi pengingat bahwa keputusasaan dan kedengkian tidak membawa pada kemenangan. Pertukaran tersebut mengungkap konflik tematik terang versus kegelapan yang ada dalam 'Mariel of Redwall', di mana karakter-karakter mewujudkan kedudukan moral yang berbeda dalam perjuangan untuk supremasi, menggarisbawahi pelajaran moral narasi tentang keberanian dan kebenaran.

Page views
261
Pembaruan
Oktober 31, 2025

Rate the Quote

Tambah Komentar & Ulasan

Ulasan Pengguna

Berdasarkan 0 ulasan
5 Bintang
0
4 Bintang
0
3 Bintang
0
2 Bintang
0
1 Bintang
0
Tambah Komentar & Ulasan
Kami tidak akan pernah membagikan email Anda dengan orang lain.