Dan karena hanya aku yang melihatmu, mengapa kamu tidak cantik?
(And since I am the only one who sees you, why are you not then beautiful?)
Dalam buku "Beauty" karya Robin McKinley, konsep kecantikan dieksplorasi melalui lensa unik. Sang protagonis bergulat dengan gagasan tentang keindahan, mempertanyakan standar masyarakat dan persepsi pribadi. Perjalanannya mengungkapkan bahwa kecantikan sejati tidak terbatas pada penampilan luar namun lebih pada kualitas dan koneksi batin.
Kutipan, "Dan karena hanya aku yang melihatmu, mengapa kamu tidak cantik?" menangkap inti dari eksplorasi ini. Hal ini menyoroti anggapan bahwa kecantikan itu subjektif dan dapat dipengaruhi oleh sudut pandang pengamatnya. Wawasan ini mendorong pembaca untuk merenungkan bagaimana mereka memandang diri mereka sendiri dan orang lain, menunjukkan bahwa keindahan sejati terletak pada mata yang melihatnya.