Tentara telah menghabiskan banyak waktu dan upaya untuk melatih prajuritnya agar tidak menganggap musuh sebagai manusia. Jauh lebih mudah untuk membunuh mereka jika Anda menganggap mereka sebagai hewan yang berbahaya. Masalahnya, perang bukanlah tentang pembunuhan. Ini tentang membuat musuh berhenti melawan keinginan Anda. Ibarat melatih anjing agar tidak menggigit. Menghukumnya membuat Anda menjadi anjing yang dipukuli. Membunuhnya adalah solusi permanen, tapi Anda tidak punya anjing. Jika Anda bisa memahami alasan dia menggigit dan menghilangkan kondisi yang membuatnya menggigit, terkadang hal itu juga bisa menyelesaikan masalahnya. Anjing itu belum mati. Dia bahkan bukan musuhmu.

Tentara telah menghabiskan banyak waktu dan upaya untuk melatih prajuritnya agar tidak menganggap musuh sebagai manusia. Jauh lebih mudah untuk membunuh mereka jika Anda menganggap mereka sebagai hewan yang berbahaya. Masalahnya, perang bukanlah tentang pembunuhan. Ini tentang membuat musuh berhenti melawan keinginan Anda. Ibarat melatih anjing agar tidak menggigit. Menghukumnya membuat Anda menjadi anjing yang dipukuli. Membunuhnya adalah solusi permanen, tapi Anda tidak punya anjing. Jika Anda bisa memahami alasan dia menggigit dan menghilangkan kondisi yang membuatnya menggigit, terkadang hal itu juga bisa menyelesaikan masalahnya. Anjing itu belum mati. Dia bahkan bukan musuhmu.


(Armies have spent a lot of time and effort training their soldiers not to think of the enemy as human beings. It's so much easier to kill them if you think of them as dangerous animals. The trouble is, war isn't about killing. It's about getting the enemy to stop resisting your will. Like training a dog not to bite. Punishing him leaves you with a beaten dog. Killing him is a permanent solution, but you've got no dog. If you can understand why he's biting and remove the conditions that make him bite, sometimes that can solve the problem as well. The dog isn't dead. He isn't even your enemy.)

πŸ“– Orson Scott Card

🌍 Amerika  |  πŸ‘¨β€πŸ’Ό Penulis

πŸŽ‚ August 24, 1951
(0 Ulasan)

Dalam "Empire", penulis Orson Scott Card mengeksplorasi taktik psikologis yang digunakan tentara untuk tidak memanusiakan musuh. Pola pikir ini menyederhanakan tindakan pembunuhan, karena memandang lawan hanya sebagai binatang membuat kita lebih mudah membenarkan kekerasan terhadap mereka. Namun, Card menekankan bahwa perang bukan semata-mata menyebabkan kematian; ini pada dasarnya tentang mengatasi penolakan dan memaksakan kehendak seseorang. Memperlakukan musuh sebagai entitas yang terkendali dan bukan sebagai musuh dapat memberikan hasil yang lebih efektif.

Card menggunakan metafora melatih seekor anjing untuk menggambarkan bahwa menghukum atau membunuh musuh mungkin tidak memberikan hasil yang bermanfaat. Sebaliknya, memahami alasan yang mendasari permusuhan mereka dan mengatasi keluhan mereka dapat menghasilkan penyelesaian yang lebih damai. Dengan berfokus pada apa yang mendorong terjadinya oposisi, seseorang berpotensi mengubah musuh menjadi kolaborator atau pihak netral, sehingga terhindar dari siklus kekerasan yang sering kali meningkatkan konflik.

Page views
149
Pembaruan
Oktober 28, 2025

Rate the Quote

Tambah Komentar & Ulasan

Ulasan Pengguna

Berdasarkan 0 ulasan
5 Bintang
0
4 Bintang
0
3 Bintang
0
2 Bintang
0
1 Bintang
0
Tambah Komentar & Ulasan
Kami tidak akan pernah membagikan email Anda dengan orang lain.