Tapi itu bukanlah seringai kekanak-kanakan yang dia kenal ketika dia berjalan di sepanjang koridor dalam Battle School dengan gravitasi rendah. Senyuman ini mengandung kelelahan, dan ketakutan lama yang sudah lama dikuasai namun masih ada. Itu adalah senyuman kebijaksanaan.
(But it was not the boyish grin she had known when he bounded along the low-gravity inner corridors of Battle School. This smile had weariness in it, and old fears long mastered but still present. It was the smile of wisdom.)
Senyuman karakter tersebut mencerminkan perubahan signifikan dari sikap riang dan awet muda yang pernah ia miliki. Kini, ia membawa rasa lelah dan jejak trauma masa lalu yang ia hadapi, menunjukkan beratnya pengalaman. Transisi dari kepolosan ke pemahaman menandakan perjalanan pertumbuhan dan kelangsungan hidup yang lebih dalam.
Evolusi ini menyiratkan bahwa kebijaksanaan sering kali datang dari kesulitan, dan senyuman menunjukkan perspektif dewasa yang dibentuk oleh tantangan. Meskipun ia mungkin telah menguasai ketakutannya, ketakutan itu tetap ada di bawah permukaan, mengisyaratkan kompleksitas karakternya dan kenyataan yang telah ia alami.