Tidak bisakah seekor Binatang dijinakkan?
(Cannot a Beast be tamed?)
“Beauty: A Retelling of the Story of Beauty and the Beast” oleh Robin McKinley mengeksplorasi tema transformasi dan penebusan. Narasinya berfokus pada Si Cantik, seorang wanita muda yang penuh kasih sayang, dan hubungannya dengan si Buruk Rupa, yang dikutuk dan disalahpahami. Kisah ini menyelidiki bagaimana kasih sayang dan cinta dapat mengubah hati yang paling kejam sekalipun, menimbulkan pertanyaan apakah sifat sejati dapat diubah melalui pemahaman.
Sepanjang kisahnya, perjalanan Beauty menyoroti bahwa penampilan bisa menipu dan bahwa nilai batin adalah hal yang paling penting. Kutipan, “Tidak bisakah Binatang dijinakkan?” merangkum gagasan ini, merefleksikan kemungkinan perubahan yang disebabkan oleh hubungan yang tulus. Saat Beauty berusaha menemukan kebenaran di balik penampilan luar Beast yang menakutkan, kedua karakter tersebut mengungkapkan kelemahan mereka dan tumbuh dari pengalaman mereka bersama.