Bukankah orang-orang Kristen tak henti-hentinya berbicara tentang berjalan dalam pelukan Kristus demi kepentingan Kristus, menyerukan perang atas nama-Nya?

Bukankah orang-orang Kristen tak henti-hentinya berbicara tentang berjalan dalam pelukan Kristus demi kepentingan Kristus, menyerukan perang atas nama-Nya?


(Did not the Christians incessantly talk about walking into the arms of Christ for the causes of Christ, calling for wars in his name?)

πŸ“– Robert Ludlum

🌍 Amerika  |  πŸ‘¨β€πŸ’Ό Novelis

πŸŽ‚ May 25, 1927  β€“  ⚰️ March 12, 2001
(0 Ulasan)

Dalam "The Icarus Agenda" karya Robert Ludlum, sebuah pertanyaan provokatif muncul mengenai hubungan antara agama Kristen dan kekerasan. Ayat ini menyatakan bahwa umat Kristiani sering berbicara tentang mendedikasikan tindakan mereka kepada Kristus, terkadang dengan cara yang menganjurkan konflik atau perang. Hal ini mengarah pada refleksi tentang interaksi yang kompleks antara iman dan pembenaran perang, sehingga menimbulkan pertanyaan moral yang penting. Kutipan tersebut menyoroti ketegangan dalam wacana keagamaan, di mana seruan untuk mengangkat senjata dapat ditafsirkan sebagai pengkhianatan terhadap ajaran inti perdamaian yang terdapat dalam agama Kristen. Buku ini menantang pembaca untuk mempertimbangkan implikasi dari penggabungan semangat keagamaan dengan upaya militeristik, yang mendorong pemeriksaan lebih dalam terhadap keimanan dan potensinya untuk kebaikan dan kejahatan.

Dalam "The Icarus Agenda" karya Robert Ludlum, sebuah pertanyaan provokatif muncul mengenai hubungan antara agama Kristen dan kekerasan. Ayat ini menyatakan bahwa umat Kristiani sering berbicara tentang mendedikasikan tindakan mereka kepada Kristus, terkadang dengan cara yang menganjurkan konflik atau perang. Hal ini mengarah pada refleksi tentang interaksi yang kompleks antara iman dan pembenaran perang, sehingga menimbulkan pertanyaan moral yang penting.

Kutipan tersebut menyoroti ketegangan dalam wacana keagamaan, di mana seruan untuk mengangkat senjata dapat ditafsirkan sebagai pengkhianatan terhadap ajaran inti perdamaian yang terdapat dalam agama Kristen. Buku ini menantang pembaca untuk mempertimbangkan implikasi dari penggabungan semangat keagamaan dengan upaya militeristik, yang mendorong pemeriksaan lebih dalam terhadap keimanan dan potensinya untuk kebaikan dan kejahatan.

Page views
309
Pembaruan
Oktober 27, 2025

Rate the Quote

Tambah Komentar & Ulasan

Ulasan Pengguna

Berdasarkan 0 ulasan
5 Bintang
0
4 Bintang
0
3 Bintang
0
2 Bintang
0
1 Bintang
0
Tambah Komentar & Ulasan
Kami tidak akan pernah membagikan email Anda dengan orang lain.