Kutipan dari buku Naguib Mahfouz "Mirrors" menunjukkan bahwa kepalsuan yang dipegang orang dalam kehidupan mereka berfungsi sebagai penghalang tersembunyi untuk memahami diri mereka yang sebenarnya. Sementara individu mungkin tidak mengenali penipuan ini di dalam diri mereka sendiri, mereka sering terlihat oleh orang lain. Kontras antara persepsi eksternal dan kebenaran internal ini mencerminkan perjuangan manusia yang umum dengan kesadaran diri dan keaslian.
Dengan mengakui kepalsuan dalam kehidupan mereka, individu mungkin mulai mengungkap versi diri mereka yang lebih dalam dan lebih asli. Idenya menyiratkan bahwa kebenaran dan penemuan diri dapat muncul dari menghadapi ilusi yang kita ciptakan, yang mengarah pada pemahaman yang diperkaya tentang identitas kita. Mahfouz mendorong pembaca untuk melihat melampaui fasad mereka, menunjukkan bahwa perjalanan menuju kejujuran dapat mengungkapkan wawasan mendalam tentang pengalaman manusia.