Pernahkah Anda memperhatikan berapa banyak keheningan yang terjadi pada Gilbert? Kesunyian hutan....pantai....padang rumput....malam....siang musim panas. Semuanya berbeda karena nada yang menyatukannya berbeda.
(Have you ever noticed how many silences there are Gilbert? The silence of the woods....of the shore....of the meadows....of the night....of the summer afternoon. All different because the undertones that thread them are different.)
Kutipan dari "Anne of Windy Poplars" merefleksikan berbagai keheningan yang ditemukan di alam, menonjolkan kualitas uniknya. Tokoh tersebut, kemungkinan besar adalah Anne, mengamati bahwa setiap jenis keheningan—baik di hutan, di tepi pantai, atau pada sore hari di musim panas—memiliki esensi tersendiri. Gagasan ini menunjukkan bahwa keheningan bukan sekadar ketiadaan suara, namun dipenuhi dengan nada emosional dan atmosfer yang berbeda-beda yang menjadi ciri setiap latar.
Terlebih lagi, kontemplasi dalam keheningan mengajak pembaca untuk mengapresiasi ketenangan dan kedalaman yang terdapat pada momen-momen alam tersebut. Keberagaman keheningan di berbagai lingkungan mendorong hubungan yang lebih dalam dengan dunia, yang menggambarkan bagaimana alam berkomunikasi dengan caranya yang halus. Melalui observasi ini, Montgomery menekankan keindahan dan kompleksitas alam, mengajak kita untuk memperhatikan nuansa lingkungan sekitar yang sering diabaikan.