Bagaimana saya bisa lupa? Saya ibu baptisnya.' Sasha sangat mengenal Claire, tahu dia butuh waktu sejenak, ruang untuk berpikir, jadi dia tidak mendesak. Tapi dia masih jauh dari selesai dengan masalahnya. 'Apakah kamu sudah berbicara dengan si jenius musik kecil kami?' dia bertanya.
(How could I forget? I'm her godmother.' Sasha knew Claire so well, knew she needed a moment now, some space to think, so she didn't press. But she was far from finished with the problem. 'Have you spoken with our little musical genius yet?' she asked.)
Sasha sangat menyadari keadaan pikiran Claire dan menyadari bahwa dia memerlukan waktu sendirian untuk memproses pikirannya. Meskipun Claire sedang merenung, Sasha tetap bertekad untuk mengatasi masalah yang mereka hadapi. Dia memilih untuk memberi Claire ruang yang diperlukan sambil tetap berinteraksi dengannya untuk melanjutkan pembicaraan.
Dengan sedikit intrik, Sasha mengangkat topik "kejeniusan musik kecil" mereka. Hal ini menunjukkan niatnya untuk mengalihkan fokus diskusi mereka dan mungkin menemukan solusi atau wawasan dengan merujuk pada seseorang yang memiliki arti penting dalam kehidupan mereka. Pendekatan proaktif Sasha menyoroti komitmennya untuk menyelesaikan masalah mereka sambil tetap memperhatikan kebutuhan emosional Claire.