Saya mulai menyusun puisi berikutnya, yang akan ditulis berikutnya. Bukan puisi terakhir dari orang -orang yang saya baca, tetapi puisi yang ditulis di kepala seseorang yang mungkin tidak pernah ada tetapi yang tentu saja menulis puisi lain, dan tetap saja tidak pernah memiliki kesempatan untuk melakukan tinta dan halaman.

Saya mulai menyusun puisi berikutnya, yang akan ditulis berikutnya. Bukan puisi terakhir dari orang -orang yang saya baca, tetapi puisi yang ditulis di kepala seseorang yang mungkin tidak pernah ada tetapi yang tentu saja menulis puisi lain, dan tetap saja tidak pernah memiliki kesempatan untuk melakukan tinta dan halaman.


(I began composing the next poem, the one that was to be written next. Not the last poem of those I had read, but the poem written in the head of someone who may never have existed but who had certainly written another poem nonetheless, and just never had the chance to commit it to ink and the page.)

πŸ“– Steve Erickson

🌍 Amerika  |  πŸ‘¨β€πŸ’Ό Novelis

πŸŽ‚ April 20, 1950
(0 Ulasan)

Dalam narasi, pembicara merefleksikan proses kreatif penulisan puisi, menekankan pentingnya bagian berikutnya yang belum sepenuhnya terwujud. Puisi ini bukan hanya kelanjutan dari karya -karya sebelumnya, tetapi lebih merupakan manifestasi dari suara yang dibayangkan, yang berpotensi tidak terwujud dan tidak terekspresikan. Gagasan seorang penyair yang ada semata -mata dalam pemikiran, tanpa kesempatan untuk merekam ayat -ayat mereka, menciptakan gagasan pedih tentang potensi yang hilang dalam ranah ekspresi artistik.

Ungkapan ini menunjukkan bahwa setiap puisi yang tidak tertulis membawa esensi uniknya, menunggu momen yang tepat atau individu untuk membawanya ke dalam keberadaan. Ini menyoroti hubungan yang rumit antara imajinasi dan kenyataan, di mana bahkan mereka yang mungkin tidak pernah ada dapat menginspirasi dan beresonansi melalui tindakan penulisan kreatif. Upaya pembicara untuk menangkap puisi yang sulit dipahami ini berbicara dengan tema yang lebih luas dari perjalanan artistik, di mana tindakan penciptaan bisa sama bermaknanya dengan produk akhir.

Page views
144
Pembaruan
Agustus 06, 2025

Rate the Quote

Tambah Komentar & Ulasan

Ulasan Pengguna

Berdasarkan 0 ulasan
5 Bintang
0
4 Bintang
0
3 Bintang
0
2 Bintang
0
1 Bintang
0
Tambah Komentar & Ulasan
Kami tidak akan pernah membagikan email Anda dengan orang lain.