Kerentanan bukanlah kelemahan. Dan mitos itu sangat berbahaya.
(Vulnerability is not weakness. And that myth is profoundly dangerous.)
Kutipan dari Brené Brown menantang kesalahpahaman umum bahwa kerentanan sama dengan kelemahan. Dalam masyarakat yang sering menghargai kekuatan, ketahanan, dan ketabahan emosional, membuka diri terhadap kerentanan sering kali dipandang sebagai tanda kerapuhan. Namun Brown menekankan bahwa kerentanan sebenarnya adalah sumber keberanian dan kekuatan. Merangkul kerentanan memungkinkan individu untuk terhubung secara otentik dengan orang lain, memupuk keintiman, kepercayaan, dan hubungan yang tulus. Hal ini juga memungkinkan pertumbuhan pribadi dengan menghadapi ketakutan, ketidakamanan, dan ketidakpastian, yang sering kali menjadi katalisator ketahanan dan transformasi. Mitos bahwa kerentanan sama dengan kelemahan dapat menyebabkan penekanan emosional, isolasi, dan ketidakmampuan untuk menjalani kehidupan yang benar-benar terbuka dan jujur. Ketika kita menyangkal keberanian untuk menjadi rentan, kita menghalangi diri kita sendiri untuk mengalami hubungan yang sebenarnya dan menghambat pertumbuhan kita sebagai individu dan komunitas. Mengenali kerentanan sebagai tanda kekuatan mendorong perubahan paradigma; hal ini mengajak kita untuk melihat kerentanan sebagai komponen penting dan kuat dalam kehidupan otentik. Perspektif ini penting tidak hanya untuk pengembangan pribadi tetapi juga untuk kepemimpinan, empati, dan kemajuan masyarakat. Hal ini mendorong kerentanan sebagai tindakan keberanian dan bukannya menyerah, dan dengan melakukan hal ini, hal ini membantu menghilangkan kesalahpahaman yang sudah lama ada yang menghambat kemampuan kita untuk hidup sepenuhnya dan penuh kasih sayang.