Aku tidak kuno, sayang. Umurku baru lima puluh. Dan dalam hal seks, seorang wanita berusia lima puluh tahun sering kali bisa hidup lebih lama dari pria yang usianya separuhnya.
(I'm not ancient, darling. I'm only fifty. And when it comes to sex a woman of fifty can often outlast a man half her age.)
Dalam bukunya “Power of a Woman,” Barbara Taylor Bradford menantang stereotip umum tentang penuaan, khususnya mengenai wanita dan seksualitas mereka. Ia menekankan bahwa usia lima puluh bukanlah tanda 'kuno', melainkan usia di mana perempuan masih memiliki vitalitas dan daya tarik. Perspektif ini mendorong pandangan positif terhadap penuaan, yang menunjukkan bahwa perempuan dapat berkembang dalam kehidupan pribadi mereka hingga usia paruh baya.
Bradford menyoroti pernyataan yang berani bahwa wanita berusia lima puluh tahun memiliki kemampuan fisik yang sama, bahkan lebih, dalam menjalin hubungan intim dibandingkan dengan pria yang lebih muda. Pernyataan ini tidak hanya menegaskan vitalitas seksual wanita yang lebih tua tetapi juga memberdayakan mereka untuk menerima usia mereka tanpa rasa malu atau ragu. Narasi tersebut mempromosikan gagasan bahwa penuaan tidak mengurangi keinginan atau kinerja, yang pada akhirnya menumbuhkan rasa percaya diri di kalangan wanita saat mereka menjalani tahap-tahap kehidupan selanjutnya.