Di perpustakaannya dia selalu yakin akan waktu luang dan ketenangan; dan meskipun dia siap, seperti yang dia katakan kepada Elizabeth, untuk menghadapi kebodohan dan kesombongan di setiap ruangan lain di rumah itu, dia terbiasa bebas dari mereka di sana.

Di perpustakaannya dia selalu yakin akan waktu luang dan ketenangan; dan meskipun dia siap, seperti yang dia katakan kepada Elizabeth, untuk menghadapi kebodohan dan kesombongan di setiap ruangan lain di rumah itu, dia terbiasa bebas dari mereka di sana.


(In his library he had been always sure of leisure and tranquility; and though prepared, as he told Elizabeth, to meet with folly and conceit in every other room in the house, he was used to be free from them there)

📖 Jane Austen

🌍 Inggris

🎂 December 16, 1775  –  ⚰️ July 18, 1817
(0 Ulasan)

Bagian dari 'Pride and Prejudice' karya Jane Austen ini dengan jelas merangkum perlindungan yang disediakan perpustakaan pribadi dalam kekacauan interaksi sosial dan kehidupan rumah tangga. Perpustakaan muncul sebagai ruang perlindungan dan hiburan intelektual, tempat seseorang dapat melepaskan diri dari kesembronoan, kesombongan, dan kepura-puraan yang sering merasuki pertemuan sosial atau ruang rumah tangga. Hal ini menyoroti pentingnya ruang pribadi yang didedikasikan untuk refleksi, pengetahuan, dan ketenangan di dunia yang sering kali dipenuhi dengan ekspektasi dan kedangkalan masyarakat. Penggambaran Austen menggarisbawahi keinginan universal untuk melakukan retret yang memelihara pikiran dan jiwa, melindungi seseorang dari kehadiran kebodohan dan kesombongan yang tidak diinginkan. Ruang seperti itu sangat penting bagi kesejahteraan individu, menawarkan zona tenang untuk berpikir, belajar, dan terlibat secara autentik dengan minat seseorang. Secara individual, pengaturan ini menegaskan kembali nilai batasan pribadi dan pentingnya memiliki lingkungan khusus di mana seseorang dapat berpikir bebas, tidak terganggu oleh kepura-puraan eksternal. Pada tingkat yang lebih luas, Austen tampaknya secara halus mengkritik pretensi sosial, dan menyatakan bahwa perdamaian sejati dan pemahaman yang tulus sering kali ditemukan jauh dari kebisingan formalitas sosial. Oleh karena itu, perpustakaan tidak hanya melambangkan ruang fisik tetapi juga aspirasi akan kedamaian batin di tengah gejolak eksternal, menekankan relevansi abadi dari memiliki tempat berlindung pribadi dalam kehidupan kita yang selalu sibuk.

Page views
138
Pembaruan
Juni 18, 2025

Rate the Quote

Tambah Komentar & Ulasan

Ulasan Pengguna

Berdasarkan 0 ulasan
5 Bintang
0
4 Bintang
0
3 Bintang
0
2 Bintang
0
1 Bintang
0
Tambah Komentar & Ulasan
Kami tidak akan pernah membagikan email Anda dengan orang lain.