Pendidikan dalam kota harus berubah. Tanggung jawab kita bukan sekedar memberikan akses terhadap ilmu pengetahuan, kita harus mencetak manusia-manusia terpelajar.

Pendidikan dalam kota harus berubah. Tanggung jawab kita bukan sekedar memberikan akses terhadap ilmu pengetahuan, kita harus mencetak manusia-manusia terpelajar.


(Inner city education must change. Our responsibility is not merely to provide access to knowledge we must produce educated people.)

(0 Ulasan)

Kutipan ini menggarisbawahi aspek penting dari reformasi pendidikan, khususnya di lingkungan perkotaan. Hal ini menekankan bahwa memberikan siswa akses terhadap pengetahuan saja tidaklah cukup; tujuan utamanya adalah membina individu-individu yang berwawasan luas, berkemampuan, dan berpikir kritis. Di banyak wilayah dalam kota, tantangan seperti kesenjangan sosial ekonomi, keterbatasan sumber daya, dan kesenjangan sosial sering kali menghambat efektivitas pendidikan. Oleh karena itu, penting untuk melampaui penyampaian pengetahuan secara langsung dan menerapkan strategi yang mendorong pertumbuhan pribadi, pemikiran kritis, dan keterampilan dunia nyata. Berinvestasi dalam program bimbingan, keterlibatan masyarakat, dan kurikulum yang relevan dengan budaya dapat memberdayakan siswa untuk menavigasi lingkungan mereka dengan sukses dan berkontribusi positif kepada masyarakat. Pendidikan dalam konteks ini harus dilihat sebagai alat transformatif yang tidak hanya mengatasi kesenjangan akademis tetapi juga perkembangan sosial dan emosional. Hal ini memerlukan pendekatan komprehensif yang melibatkan pendidik, pembuat kebijakan, keluarga, dan masyarakat yang bekerja secara kolaboratif untuk mengembangkan infrastruktur yang mendukung. Gagasan untuk menghasilkan ‘orang-orang terpelajar’ juga mengisyaratkan untuk menghasilkan warga negara yang bertanggung jawab dan mempunyai motivasi yang dapat memutus siklus kemiskinan dan memberikan kontribusi yang berarti bagi kemajuan masyarakat. Pada akhirnya, tujuannya adalah beralih dari akses menuju pencerahan, dari konsumsi pengetahuan pasif ke penerapan pengetahuan aktif dan tanggung jawab pribadi. Pergeseran ini membutuhkan kepemimpinan yang visioner, praktik pedagogi yang inovatif, dan komitmen teguh terhadap kesetaraan dalam pendidikan, terutama di daerah perkotaan yang terpinggirkan dimana dampaknya bisa sangat transformasional.

Page views
56
Pembaruan
Juli 21, 2025

Rate the Quote

Tambah Komentar & Ulasan

Ulasan Pengguna

Berdasarkan 0 ulasan
5 Bintang
0
4 Bintang
0
3 Bintang
0
2 Bintang
0
1 Bintang
0
Tambah Komentar & Ulasan
Kami tidak akan pernah membagikan email Anda dengan orang lain.