Saya memberi tahu saudara-saudara bahwa Kitab Mormon adalah kitab yang paling benar di antara kitab mana pun di bumi, dan merupakan batu kunci agama kita, dan seseorang akan menjadi lebih dekat kepada Allah dengan mematuhi ajaran-ajarannya, dibandingkan dengan kitab lainnya.

Saya memberi tahu saudara-saudara bahwa Kitab Mormon adalah kitab yang paling benar di antara kitab mana pun di bumi, dan merupakan batu kunci agama kita, dan seseorang akan menjadi lebih dekat kepada Allah dengan mematuhi ajaran-ajarannya, dibandingkan dengan kitab lainnya.


(I told the brethren that the Book of Mormon was the most correct of any book on earth, and the keystone of our religion, and a man would get nearer to God by abiding by its precepts, than by any other book.)

(0 Ulasan)

Kutipan dari Joseph Smith ini menekankan peran sentral Kitab Mormon dalam iman Gereja Yesus Kristus dari Orang-Orang Suci Zaman Akhir. Hal ini menyoroti keyakinan bahwa teks suci ini tidak hanya benar tetapi juga mendasar, berfungsi sebagai batu kunci yang menstabilkan dan mendukung seluruh struktur keagamaan. Penegasan bahwa seseorang dapat mendekatkan diri kepada Tuhan dengan mengikuti ajaran-ajarannya secara ketat menunjukkan rasa hormat dan hormat yang mendalam terhadap bimbingan yang diberikannya. Hal ini mendorong orang percaya untuk memandang kitab suci sebagai lebih dari sekedar dokumen sejarah atau spiritual; mereka adalah pemandu hidup yang memfasilitasi hubungan pribadi dengan Yang Ilahi. Penekanan pada kepatuhan terhadap ajaran-ajaran dalam buku ini mendorong penerapan prinsip-prinsipnya sehari-hari, menekankan iman, kepatuhan, dan integritas moral sebagai jalan menuju pertumbuhan spiritual. Dari perspektif yang lebih luas, kutipan tersebut menggarisbawahi pentingnya tulisan suci dalam membentuk identitas dan praktik keagamaan, mendesak para pengikutnya untuk memegang Kitab Mormon sebagai sumber utama kebenaran dan arahan. Hal ini juga mengundang refleksi tentang bagaimana teks suci berfungsi tidak hanya sebagai teks namun sebagai kesaksian hidup yang membawa otoritas ilahi, membimbing individu dalam perjalanan mereka menuju kedekatan ilahi. Secara keseluruhan, hal ini menggarisbawahi pentingnya komitmen umat terhadap ajaran agama dan potensi transformatif dalam hidup sesuai prinsip ketuhanan.

Perspektif ini menumbuhkan rasa kebersamaan di antara umat beriman yang memiliki landasan bersama yang berpusat pada kitab suci. Itu juga berfungsi sebagai pengingat akan pentingnya pembelajaran tulisan suci, bukan hanya sebagai latihan akademis, namun sebagai komponen penting dalam pengembangan rohani dan hubungan pribadi dengan Allah. Di dunia yang penuh dengan beragam keyakinan dan norma-norma budaya yang berubah dengan cepat, fokus pada teks-teks suci sebagai sarana peningkatan spiritual masih sangat relevan, mendorong kesinambungan iman, pengabdian, dan ketabahan moral.

Page views
36
Pembaruan
Agustus 12, 2025

Rate the Quote

Tambah Komentar & Ulasan

Ulasan Pengguna

Berdasarkan 0 ulasan
5 Bintang
0
4 Bintang
0
3 Bintang
0
2 Bintang
0
1 Bintang
0
Tambah Komentar & Ulasan
Kami tidak akan pernah membagikan email Anda dengan orang lain.