Biarkan aku dicintai seperti itu, oleh laki-laki yang tidak akan menggantikanku dengan selir ketika aku sudah tua dan jelek. Biarkan aku dicintai oleh pria yang lebih mencintai Tuhan daripada aku.
(Let me be loved like that, by a man who will not replace me with concubines when I'm old and ugly. Let me be loved by a man who loves God more than me.)
Kutipan tersebut mencerminkan kerinduan mendalam akan cinta yang tulus dan tak tergoyahkan, cinta yang melampaui kecantikan fisik dan usia. Pembicara menginginkan suatu hubungan yang nilainya tidak berkurang seiring berjalannya waktu dan komitmen yang tetap teguh, terlepas dari perubahan hidup. Kerinduan ini menyoroti pentingnya persahabatan sejati yang tidak dangkal atau bergantung pada faktor eksternal.
Selain itu, pembicara menekankan perlunya pasangan yang mengutamakan keimanan dan spiritualitas dibandingkan kasih sayang pribadi. Hal ini menunjukkan bahwa landasan moral yang kuat dan pengabdian kepada Tuhan sangat penting untuk hubungan yang langgeng. Pada akhirnya, kutipan tersebut menangkap esensi dari mencari cinta yang sakral dan abadi, berakar pada nilai-nilai yang lebih dalam di luar sekedar ketertarikan.