jangan pernah melupakannya. Tidak mengherankan jika Xavius telah mencapai begitu banyak hal; kegelapan yang lebih besar lagi menyelimutinya. Tapi Malfurion masih menjaga akal sehatnya, sadar bahwa kehilangan semua harapan berarti kalah
(never forget it. Small wonder that Xavius had accomplished so much; an even greater darkness worked through him. But Malfurion still kept his wits about him, aware that to lose all hope was to lose)
Dalam "Stormrage" oleh Richard A. Knaak, karakter Xavius adalah sosok yang memiliki pencapaian besar, namun kesuksesan ini harus dibayar dengan pengaruh kegelapan yang mendalam. Prestasinya dibentuk oleh kekuatan jahat yang mendorongnya, yang menggambarkan interaksi kompleks antara kekuasaan dan korupsi. Ketika Xavius bangkit, ia mewujudkan perjuangan potensi yang dinodai oleh kedengkian.
Malfurion, di sisi lain, tetap waspada dan sadar akan pentingnya harapan. Ia memahami bahwa keputusasaan dapat berujung pada kekalahan, memperkuat anggapan bahwa menjaga rasa optimisme sangat penting dalam menghadapi kesulitan. Dinamika ini menyoroti pertarungan antara terang dan gelap, tidak hanya di dunia fisik tetapi juga di dalam roh para karakter.