Tidak ada gunanya menjadi emosional tentang apa pun. Menjadi emosional tidak membantu kelangsungan hidup. Yang penting adalah mempelajari segalanya, menganalisis situasi, memilih tindakan, dan kemudian bergerak dengan berani. Ketahui, pikirkan, pilih, lakukan. Tidak ada tempat dalam daftar itu untuk "rasa". Bukan berarti Bean tidak punya perasaan. Dia hanya menolak untuk memikirkan hal-hal tersebut atau memikirkan hal-hal tersebut atau membiarkan hal-hal tersebut mempengaruhi keputusannya, ketika sesuatu yang penting sedang dipertaruhkan.

Tidak ada gunanya menjadi emosional tentang apa pun. Menjadi emosional tidak membantu kelangsungan hidup. Yang penting adalah mempelajari segalanya, menganalisis situasi, memilih tindakan, dan kemudian bergerak dengan berani. Ketahui, pikirkan, pilih, lakukan. Tidak ada tempat dalam daftar itu untuk "rasa". Bukan berarti Bean tidak punya perasaan. Dia hanya menolak untuk memikirkan hal-hal tersebut atau memikirkan hal-hal tersebut atau membiarkan hal-hal tersebut mempengaruhi keputusannya, ketika sesuatu yang penting sedang dipertaruhkan.


(No point in getting emotional about anything. Being emotional didn't help with survival. What mattered was to learn everything, analyze the situation, choose a course of action, and then move boldly. Know, think, choose, do. There was no place in that list for "feel." Not that Bean didn't have feelings. He simply refused to think about them or dwell on them or let them influence his decisions, when anything important was at stake.)

πŸ“– Orson Scott Card

🌍 Amerika  |  πŸ‘¨β€πŸ’Ό Penulis

πŸŽ‚ August 24, 1951
(0 Ulasan)

Dalam "Ender's Shadow", karakter Bean menekankan pentingnya objektivitas dibandingkan respons emosional, terutama dalam hal kelangsungan hidup dan pengambilan keputusan. Ia percaya bahwa membiarkan emosi mengaburkan penilaian adalah tindakan yang kontraproduktif. Sebaliknya, ia menganjurkan pendekatan sistematis: mengamati, menganalisis, memilih tindakan, dan melaksanakannya dengan tegas. Cara ini mengutamakan logika dan kejelasan, menerapkan pola pikir tanpa gangguan emosi pada saat-saat kritis.

Meskipun Bean mengakui adanya emosi dalam dirinya, dia sengaja memilih untuk tidak terlibat dengannya ketika menghadapi tantangan yang signifikan. Dia memahami bahwa perasaan yang terbebani dapat menghambat pengambilan keputusan yang efektif. Dengan hanya berfokus pada pengetahuan, pemikiran, pilihan, dan tindakan, ia bertujuan untuk mencapai kesuksesan tanpa gangguan gejolak emosi, memperkuat keyakinannya bahwa pelepasan emosi sangat penting dalam situasi krusial.

Page views
181
Pembaruan
Oktober 29, 2025

Rate the Quote

Tambah Komentar & Ulasan

Ulasan Pengguna

Berdasarkan 0 ulasan
5 Bintang
0
4 Bintang
0
3 Bintang
0
2 Bintang
0
1 Bintang
0
Tambah Komentar & Ulasan
Kami tidak akan pernah membagikan email Anda dengan orang lain.