Poke belum pernah membagikan kismis sebanyak itu, karena dia belum pernah membagi kismis sebanyak itu. Tapi anak-anak kecil tidak akan mengerti hal itu. Mereka akan mengira, Poke memberi kami sampah, dan Achilles memberi kami kismis. Itu karena mereka bodoh.
(Poke had never shared out so many raisins, because she had never had so many to share. But the little kids wouldn't understand that. They'd think, Poke gave us garbage, and Achilles gave us raisins. That's because they were stupid.)
Dalam "Ender's Shadow" oleh Orson Scott Card, Poke menghadapi dilema saat berbagi dengan anak kecil. Dia mendapat kismis dalam jumlah banyak untuk pertama kalinya, tetapi khawatir anak-anak akan salah mengartikan niat baiknya. Meskipun dia berharap untuk membagikan hadiahnya, dia khawatir mereka akan melihat usahanya tidak memadai dibandingkan dengan apa yang ditawarkan oleh karakter lain, Achilles. Perasaan Poke menyoroti kompleksitas kemurahan hati dan persepsi. Terlepas dari niatnya yang terbaik, Poke mengantisipasi bahwa kurangnya pemahaman anak-anak mungkin membuat mereka memandang kontribusinya secara negatif. Situasi ini mencerminkan tema yang lebih luas tentang bagaimana konteks mempengaruhi nilai dan bagaimana tindakan dapat disalahartikan berdasarkan perbandingan, bukan berdasarkan niat.
Dalam "Ender's Shadow" oleh Orson Scott Card, Poke menghadapi dilema saat berbagi dengan anak kecil. Dia mendapat kismis dalam jumlah banyak untuk pertama kalinya, tetapi khawatir anak-anak akan salah mengartikan niat baiknya. Meskipun dia berharap untuk membagikan hadiahnya, dia khawatir mereka akan melihat usahanya tidak memadai dibandingkan dengan apa yang ditawarkan oleh karakter lain, Achilles.
Perasaan Poke menyoroti kompleksitas kemurahan hati dan persepsi. Terlepas dari niatnya yang terbaik, Poke mengantisipasi bahwa kurangnya pemahaman anak-anak mungkin membuat mereka memandang kontribusinya secara negatif. Situasi ini mencerminkan tema yang lebih luas tentang bagaimana konteks mempengaruhi nilai dan bagaimana tindakan dapat disalahartikan berdasarkan perbandingan, bukan berdasarkan niat.