Murid -murid ditetapkan dalam posisi dilatasi hitam lebar yang menandakan kematian otak, dan jelas tidak akan pernah menanggapi cahaya lagi.
(pupils were fixed in the position of wide black dilatation that signifies brain death, and obviously would never respond to light again.)
Dalam pekerjaannya yang pedih, "Tahun Pemikiran Magis," Joan Didion menawarkan eksplorasi kesedihan dan kehilangan yang mendalam. Dia merefleksikan pengalaman mengerikan di sekitar penyakit suaminya dan akhirnya kematian, menyampaikan dampak emosional yang mendalam yang dimiliki peristiwa -peristiwa seperti itu pada kehidupan seseorang.
Satu momen yang sangat mencolok menggambarkan finalitas kematian ketika Didion menggambarkan keadaan murid suaminya, diperbaiki dan melebar, tanda kematian otak yang jelas. Citra ini menggarisbawahi sifat kehilangan yang tidak dapat dibatalkan, menandakan titik di mana harapan menghilang, meninggalkan tanda yang tak terhapuskan pada proses berduka.