Kalau begitu nikahi aku. Karena aku mencintaimu, dan aku tidak percaya ada sesuatu yang salah denganmu. Kamu adil di mataku dan kamu adil di hatiku.
(Then marry me. For I love you, and I do not believe there is anything so wrong with you. You are fair in my eyes and you lie fair on my heart.)
Dalam buku "Deerskin" karya Robin McKinley, momen mengharukan muncul ketika seorang tokoh mengungkapkan kasih sayang yang mendalam dan keinginan untuk menikah. Deklarasi tersebut menyampaikan cinta yang mendalam, menekankan bahwa orang yang dicintai dipandang sebagai orang yang berbudi luhur meskipun ada kekurangan yang dirasakan. Penggambaran cinta ini menyoroti pentingnya kecantikan batin dan penerimaan dalam suatu hubungan.
Komitmen pembicara jelas—menerima orang yang dicintai dengan sepenuh hati, menunjukkan kesetiaan dan kesediaan menerima ketidaksempurnaan. Sentimen tersebut menangkap esensi cinta sejati, di mana penilaian eksternal memudar, dan hubungan sejati diutamakan, mengundang orang yang dicintai menuju masa depan bersama.