Mereka menangkapnya lagi, di kaki hutan, dan dia melawan mereka dengan giginya dan cakarnya tetapi mereka lebih besar, lebih kuat, dan mereka membawanya kembali seperti yang selalu mereka miliki dan selalu akan karena tidak ada kebebasan, tidak lagi. Sekarang dia adalah makhluk dinding dan kamar dan budak makanan yang mereka berikan kepadanya.


(They caught him again, at the foot of the woods, and he fought them with his teeth and his claws but they were bigger, stronger, and they carried him back as they always had and always would because there was no freedom, not anymore. Now he was a creature of the walls and the rooms and a slave to the food they gave him.)

(0 Ulasan)

Karakter dalam kutipan ini berjuang melawan penangkaran, menampilkan perjuangan putus asa untuk kebebasan. Terlepas dari perlawanannya yang kuat menggunakan naluri alaminya, ia kewalahan oleh penculik yang lebih besar dan lebih kuat. Ini menggambarkan ketidakberdayaannya, karena ia dibawa kembali ke kurungan, menyoroti realitas suram dari situasinya.

Pada akhirnya, protagonis mendapati dirinya terperangkap dalam batas -batas dinding buatan dan rutinitas yang telah ditentukan. Dia menjadi semakin bergantung pada mereka yang mengendalikan hidupnya, kehilangan otonomi dan identitasnya. Penggambaran yang kuat ini menekankan hilangnya kebebasan dan rasa sakit karena dikurangi menjadi sekadar kelangsungan hidup.

Page views
221
Pembaruan
Januari 29, 2025

Rate the Quote

Tambah Komentar & Ulasan

Ulasan Pengguna

Berdasarkan 0 ulasan
5 Bintang
0
4 Bintang
0
3 Bintang
0
2 Bintang
0
1 Bintang
0
Tambah Komentar & Ulasan
Kami tidak akan pernah membagikan email Anda dengan orang lain.