Apa yang salah... Melakukan tindakan impulsif bodoh yang menyebabkan kematian orang yang tenggelam bisa dibilang merupakan tradisi keluarga.
(What could go wrong... Doing some stupid impulsive thing that caused the death of drowthers was practically a family tradition.)
Kutipan tersebut mencerminkan firasat dan beban warisan keluarga, yang menunjukkan bahwa tindakan impulsif yang mengarah pada hasil yang berbahaya hampir merupakan sebuah ritual peralihan. Hal ini menyiratkan bahwa karakter tersebut menyadari bahaya yang terkait dengan sejarah keluarganya, terutama mengenai perilaku sembrono yang dapat mengakibatkan konsekuensi yang tragis.
Bayangan ini menyoroti tema kehati-hatian versus kecerobohan, menekankan pentingnya mempertimbangkan konsekuensi dari tindakan seseorang. Kesadaran tokoh terhadap “tradisi keluarga” ini menjadi pengingat bahwa sejarah sering terulang kembali, dan mereka harus melangkah hati-hati agar tidak terjerumus ke dalam pola destruktif yang sama.