Setiap kali dia mendapat ide yang buntu, dia akan memukul-mukul Alkitab dan berteriak dengan sangat getir, 'Terkutuklah kamu Meroz.' Meroz yang malang benar-benar dikutuk hari itu, siapa pun dia, Ny. Dr. sayangku," kata Susan. "Itu

Setiap kali dia mendapat ide yang buntu, dia akan memukul-mukul Alkitab dan berteriak dengan sangat getir, 'Terkutuklah kamu Meroz.' Meroz yang malang benar-benar dikutuk hari itu, siapa pun dia, Ny. Dr. sayangku," kata Susan. "Itu


(Whenever he got stuck for an idea, he would bang the Bible and shout very bitterly, 'Curse ye Meroz.' Poor Meroz got thoroughly cursed that day, whoever he was, Mrs. Dr. dear," said Susan. "The)

(0 Ulasan)

Dalam "Rainbow Valley" oleh L.M. Montgomery, seorang karakter mengungkapkan rasa frustrasinya pada saat-saat hambatan kreatif. Dia terpaksa menyerang Alkitab dan mengutuk tempat bernama Meroz, menunjukkan keputusasaannya dan beratnya perjuangan artistiknya. Penekanan pada Meroz menunjukkan makna yang lebih dalam, karena lokasi ini melambangkan mereka yang tidak berkontribusi pada suatu sebab atau situasi. Susan mengomentari keadaan Meroz yang malang, menyiratkan bahwa kutukan tersebut merupakan refleksi yang lucu sekaligus pedih atas proses kreatif. Hal ini menyoroti tantangan yang dihadapi para seniman, yang seringkali merasa terdorong untuk melampiaskan rasa frustrasi mereka pada subjek eksternal, meskipun itu hanya referensi fiksi atau sejarah. Melalui anekdot ini, Montgomery menangkap pengalaman universal bergulat dengan inspirasi.

Dalam "Rainbow Valley" oleh L.M. Montgomery, seorang karakter mengungkapkan rasa frustrasinya pada saat-saat hambatan kreatif. Dia terpaksa menyerang Alkitab dan mengutuk tempat bernama Meroz, menunjukkan keputusasaannya dan beratnya perjuangan artistiknya. Penekanan pada Meroz menunjukkan makna yang lebih dalam, karena lokasi ini melambangkan mereka yang tidak berkontribusi pada suatu sebab atau situasi.

Susan mengomentari keadaan Meroz yang malang, menyiratkan bahwa kutukan tersebut merupakan refleksi yang lucu sekaligus pedih atas proses kreatif. Hal ini menyoroti tantangan yang dihadapi para seniman, yang seringkali merasa terdorong untuk melampiaskan rasa frustrasi mereka pada subjek eksternal, meskipun itu hanya referensi fiksi atau sejarah. Melalui anekdot ini, Montgomery menangkap pengalaman universal bergulat dengan inspirasi.

Page views
137
Pembaruan
November 02, 2025

Rate the Quote

Tambah Komentar & Ulasan

Ulasan Pengguna

Berdasarkan 0 ulasan
5 Bintang
0
4 Bintang
0
3 Bintang
0
2 Bintang
0
1 Bintang
0
Tambah Komentar & Ulasan
Kami tidak akan pernah membagikan email Anda dengan orang lain.