Marcus Tullius Cicero adalah seorang negarawan, orator, dan filsuf Romawi terkemuka yang karyanya sangat memengaruhi teori politik di kemudian hari. Ia hidup dari tahun 106 hingga 43 SM dan terkenal karena kontribusinya pada hukum, retorika, dan filsafat Romawi. Cicero menjabat sebagai konsul pada tahun 63 SM dan memainkan peran penting dalam lanskap politik Republik Romawi akhir. Kemampuannya mengkomunikasikan ide-ide kompleks dengan fasih membuatnya menjadi tokoh penting dalam sejarah Romawi. Tulisan Cicero mencakup berbagai topik, termasuk etika, tugas, dan sifat pemerintahan. Ia sangat percaya pada supremasi hukum dan pentingnya pemerintahan yang adil, serta menganjurkan prinsip-prinsip demokrasi dan integritas moral dalam kepemimpinan. Dialog filosofisnya sering kali mengeksplorasi hubungan antara negara dan hak-hak individu, sehingga berkontribusi pada perkembangan pemikiran politik Barat. Selain usaha politik dan filosofisnya, Cicero adalah seorang orator ulung. Pidato-pidatonya tidak hanya menyasar lawan-lawan politik namun juga membahas isu-isu moral dan etika yang lebih luas. Warisan Cicero bertahan hingga saat ini, dengan karya-karyanya dipelajari untuk mengetahui wawasannya tentang sifat manusia dan pemerintahan.
Marcus Tullius Cicero adalah seorang tokoh Romawi yang penting, berpengaruh dalam kontribusinya terhadap hukum, budaya, dan filsafat. Kehidupannya berlangsung dari tahun 106 hingga 43 SM, pada masa pergolakan dalam sejarah Romawi.
Sebagai seorang negarawan, Cicero menjabat sebagai konsul dan muncul sebagai suara utama yang menganjurkan keadilan, demokrasi, dan pemerintahan yang etis. Tulisan filosofisnya mengeksplorasi ide-ide penting yang membentuk pemikiran Barat.
Selain itu, kefasihannya sebagai orator memungkinkannya mengkomunikasikan konsep-konsep kompleks secara efektif, sehingga memberikan dampak jangka panjang pada wacana politik dan sifat kepemimpinan.