Semua ekspresi diri itu baru saja menciptakan generasi bodoh, yang terpikat pada nafsu makan yang tak ada habisnya terhadap sampah.

Semua ekspresi diri itu baru saja menciptakan generasi bodoh, yang terpikat pada nafsu makan yang tak ada habisnya terhadap sampah.


(All that self-expression has just created a generation of morons, hooked on an endless appetite for rubbish.)

📖 Vivienne Westwood


(0 Ulasan)

Kritik Vivienne Westwood mencerminkan keprihatinan mendalam terhadap keadaan masyarakat saat ini, khususnya terkait dengan bagaimana ekspresi diri sering dirayakan namun dampaknya mungkin disalahpahami. Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa budaya yang menghargai ekspresi individu mungkin secara tidak sengaja berkontribusi pada penurunan pemikiran kritis dan keterlibatan yang bermakna. Di era sekarang, media sosial dan platform digital telah mendemokratisasi kemampuan untuk mengekspresikan diri, sehingga memungkinkan setiap orang untuk bersuara secara global. Meskipun demokratisasi ini merupakan perkembangan yang positif, namun terkadang hal ini dapat mengarah pada penyebaran konten dangkal dan obrolan yang tidak ada gunanya, sehingga memicu obsesi terhadap hiburan yang sepele. Lingkungan ini mungkin menghambat refleksi, kreativitas, dan ketelitian intelektual yang lebih dalam. Ungkapan 'generasi bodoh' tentu saja provokatif, namun hal ini menyoroti kekhawatiran bahwa suara-suara yang paling keras sering kali adalah suara-suara yang tidak masuk akal atau tidak masuk akal, mungkin karena lebih mudah atau lebih menarik dalam jangka pendek daripada terlibat dalam ide-ide yang kompleks. 'Nafsu makan sampah yang tak ada habisnya' menekankan bagaimana media dan hiburan kadang-kadang hanya memenuhi naluri dasar dibandingkan mendorong pertumbuhan sejati atau wawasan kritis. Hal ini menimbulkan pertanyaan penting tentang peran seni, media, dan pendidikan dalam membentuk generasi masa depan. Apakah kita mengorbankan kedalaman demi kepuasan instan? Jika ekspresi diri menjadi identik dengan konten yang dangkal, masyarakat berisiko kehilangan pemikiran yang diperlukan untuk mengatasi masalah yang kompleks. Meskipun kebebasan berekspresi sangat penting, kebebasan ini harus diimbangi dengan penanaman pemikiran kritis, empati, dan dialog yang terinformasi. Hanya dengan cara ini kita dapat berharap untuk meningkatkan kesadaran kolektif kita melampaui hal-hal yang bersifat sementara dan dangkal.

Page views
50
Pembaruan
Desember 25, 2025

Rate the Quote

Tambah Komentar & Ulasan

Ulasan Pengguna

Berdasarkan 0 ulasan
5 Bintang
0
4 Bintang
0
3 Bintang
0
2 Bintang
0
1 Bintang
0
Tambah Komentar & Ulasan
Kami tidak akan pernah membagikan email Anda dengan orang lain.