Sebagai orang yang sudah menikah, saya tidak tahu bagaimana rasanya diberitahu bahwa saya tidak bisa menikah dengan seseorang yang saya cintai dan ingin saya nikahi. Saya tidak bisa membayangkan bagaimana rasanya. Saya yakin kita semua berhak untuk mencintai, dan mencintai di depan umum, orang-orang yang ingin kita cintai.
(As a married person myself, I don't know what it's like to be told I can't marry somebody I love and want to marry. I can't imagine how that must feel. I definitely think we should all have the right to love, and love publicly, the people that we want to love.)
Kutipan ini menekankan pentingnya cinta dan hak mendasar untuk menikah dengan siapa pun yang dipilih. Hal ini mencerminkan empati terhadap mereka yang tidak mendapatkan hak ini hanya karena pembatasan sosial atau hukum dan mendukung kesetaraan dan kebebasan dalam cinta. Menyadari keterbatasan pribadi akibat pengalaman sendiri, pembicara menyerukan penerimaan dan dukungan universal terhadap cinta dalam segala bentuknya. Sentimen seperti ini mendorong pemahaman, kasih sayang, dan perjuangan untuk persamaan hak dalam masyarakat.