Sebagai pelatih, kami belajar menerima kritik atas keputusan kami. Jika seorang penulis mengatakan Anda tidak seharusnya melakukannya pada urutan keempat dan satu, kami memahami itu adalah bagian dari pekerjaan. Kami mengharapkannya.
(As coaches, we learn to accept criticism for our decisions. If a writer says you shouldn't have gone for it on fourth-and-one, we understand that's part of the job. We expect it.)
Kutipan ini menyoroti ketahanan yang dibutuhkan dalam peran kepemimpinan, khususnya dalam pembinaan. Hal ini menekankan bahwa kritik adalah bagian yang tidak terpisahkan dalam pengambilan keputusan yang sulit, dan para profesional dalam peran ini siap menangani opini eksternal, karena mengetahui bahwa pengawasan tidak dapat dihindari. Menerima umpan balik seperti itu dengan anggun akan mendorong pertumbuhan dan menunjukkan keyakinan pada penilaian seseorang, bahkan di tengah kontroversi. Secara keseluruhan, hal ini menggarisbawahi pentingnya mengembangkan kulit yang tebal dan memercayai keahlian seseorang dalam lingkungan bertekanan tinggi.