Dalam Philip K. Dick "Now Wait for Year," penulis mengeksplorasi dampak mendalam dari kekuatan es dan mendorong kematian pada feminitas dan esensi wanita. Kutipan ini menyoroti bagaimana perambahan kedinginan mempengaruhi tidak hanya bentuk fisik tetapi juga menembus secara mendalam ke inti emosional dan spiritual, menunjukkan bahwa kekuatan semacam itu dapat menghilangkan aspek -aspek penting dari identitas.
Perikop ini menyiratkan bahwa begitu kekuatan destruktif ini menjangkau secara mendalam ke dalam makhluk wanita, itu mengarah pada hilangnya kewanitaannya yang tidak dapat diperbaiki. Urgensi dalam teks menyampaikan bahwa tidak ada tindakan eksternal oleh laki -laki dapat membalikkan transformasi ini, menekankan keabadian yang menghancurkan dari pengalaman tersebut. Pada akhirnya, narasi menggarisbawahi realitas survival yang suram dan kerapuhan identitas dalam menghadapi kekuatan yang luar biasa.