Melalui doa dijamin kemampuan untuk merasakan hukum cinta, berbicara sesuai dengan hukum cinta dan melakukan segala sesuatu selaras dengan hukum cinta.

Melalui doa dijamin kemampuan untuk merasakan hukum cinta, berbicara sesuai dengan hukum cinta dan melakukan segala sesuatu selaras dengan hukum cinta.


(By prayer the ability is secured to feel the law of love to speak according to the law of love and to do everything in harmony with the law of love.)

(0 Ulasan)

Kutipan dari E.M. Bounds ini menjelaskan kekuatan mendalam doa sebagai saluran untuk menyelaraskan tindakan dan perkataan seseorang dengan esensi cinta. Hal ini menekankan bahwa doa bukan sekedar ritual namun merupakan praktik transformatif yang menumbuhkan kepekaan terhadap prinsip-prinsip panduan cinta. Melalui doa, individu memperoleh kemampuan untuk merasakan hukum cinta – sebuah kompas moral batin yang mengatur kebaikan, kasih sayang, dan pengertian. Hubungan ini memberdayakan seseorang untuk mengekspresikan diri dengan cara yang menghormati dan meningkatkan cinta, memastikan setiap kata yang diucapkan selaras dengan empati dan kepedulian.

Apa yang sangat bergema dalam refleksi ini adalah dampak holistik dari doa yang dijelaskan di sini — tidak hanya untuk merasakan atau mengucapkan cinta, tetapi untuk bertindak selaras dengannya. 'Hukum cinta' menunjukkan tatanan intrinsik dan kebenaran universal yang berakar pada kasih sayang dan tidak mementingkan diri sendiri. Menyelaraskan seluruh keberadaan seseorang melalui doa menyiratkan upaya yang berkelanjutan dan penuh kesadaran untuk hidup secara bertanggung jawab dalam kebenaran ini.

Terlebih lagi, kutipan ini mengawali sebuah pemikiran yang berharga: doa dapat menjadi alat untuk menjembatani niat dan tindakan. Dalam banyak kesempatan, orang mendapati dirinya mengetahui apa yang benar namun kesulitan untuk menerapkannya. Di sini, doa membantu mengamankan kemampuan untuk mewujudkan cinta secara konsisten, memperkuat gagasan bahwa disiplin spiritual tidak hanya memelihara jiwa tetapi juga perilaku dan komunikasi.

Pada akhirnya, kutipan ini mendorong gaya hidup di mana doa berfungsi sebagai proses aktif dan transformatif yang memupuk keberadaan yang didorong oleh cinta. Hal ini mengingatkan kita bahwa praktik spiritual kita membentuk bagaimana cinta sejati tercermin dalam pikiran, perkataan, dan perbuatan kita, menawarkan jalan abadi menuju keharmonisan pribadi dan kesejahteraan kolektif.

Page views
153
Pembaruan
Mei 25, 2025

Rate the Quote

Tambah Komentar & Ulasan

Ulasan Pengguna

Berdasarkan 0 ulasan
5 Bintang
0
4 Bintang
0
3 Bintang
0
2 Bintang
0
1 Bintang
0
Tambah Komentar & Ulasan
Kami tidak akan pernah membagikan email Anda dengan orang lain.