Makan kompulsif adalah masalah emosional, dan kami menggunakan pendekatan emosional untuk menyelesaikannya.
(Compulsive eating is an emotional problem, and we use an emotional approach to its solution.)
Kutipan ini menyoroti hubungan mendalam antara kesejahteraan emosional dan kebiasaan makan. Penelitian ini menunjukkan bahwa mengatasi makan berlebihan bukan hanya tentang pola makan atau pengendalian fisik, namun memerlukan pemahaman dan pengelolaan masalah emosional yang mendasarinya. Mengenali pemicu emosional dapat menghasilkan solusi yang lebih efektif dan penuh kasih, serta menekankan pentingnya kesehatan mental dalam mengatasi tantangan tersebut. Dengan mengadopsi pendekatan emosional, individu dapat mengidentifikasi akar permasalahan, mengembangkan mekanisme penanggulangan yang lebih sehat, dan mengembangkan jalur yang lebih holistik menuju pemulihan dan penerimaan diri.