Sejauh yang dapat kita amati, penciptaan tidak terjadi pada saat ini. Oleh karena itu, hal ini telah dicapai suatu waktu di masa lalu, jika memang ada, dan dengan demikian tidak dapat diakses oleh metode ilmiah.
(Creation is not taking place now, so far as can be observed. Therefore, it was accomplished sometime in the past, if at all, and thus is inaccessible to the scientific method.)
Kutipan ini menyoroti keterbatasan ilmu pengetahuan dalam menjawab pertanyaan tentang asal mula penciptaan. Metode ilmiah bergantung pada fenomena yang dapat diamati dan diukur, namun tindakan awal penciptaan, jika terjadi, berada di luar lingkup ini. Hal ini mendorong refleksi mengenai batas antara bukti empiris dan keyakinan metafisik atau teologis, dengan menekankan bahwa beberapa aspek keberadaan mungkin selamanya berada di luar jangkauan penyelidikan ilmiah. Hal ini menantang kita untuk mempertimbangkan nilai dan batasan penjelasan ilmiah mengenai asal usul dan peran iman atau filsafat dalam memahami pertanyaan-pertanyaan mendalam tersebut.