Diskriminasi terhadap orang Yahudi dapat dibaca dalam Thomas Aquinas, dan penghinaan terhadap orang Yahudi dalam Martin Luther.

Diskriminasi terhadap orang Yahudi dapat dibaca dalam Thomas Aquinas, dan penghinaan terhadap orang Yahudi dalam Martin Luther.


(Discrimination against Jews can be read in Thomas Aquinas, and insults against Jews in Martin Luther.)

📖 Lionel Blue

🌍 Inggris

🎂 February 6, 1930  –  ⚰️ December 19, 2016
(0 Ulasan)

Kutipan ini menyoroti bagaimana tokoh-tokoh sejarah, yang sering dihormati karena kontribusi teologis atau filosofisnya, namun dikaitkan dengan sentimen prasangka. Referensi terhadap Thomas Aquinas menunjukkan bahwa bahkan dalam warisan intelektual para teolog Katolik terkemuka, mungkin terdapat aspek-aspek yang mencerminkan bias masyarakat pada masa mereka. Demikian pula dengan Martin Luther, seorang tokoh penting dalam Reformasi Protestan, yang dikenal tidak hanya karena reformasi teologisnya tetapi juga karena melontarkan komentar-komentar yang meremehkan orang Yahudi. Pernyataan-pernyataan ini mengingatkan kita bahwa para pemikir berpengaruh juga tidak kebal terhadap prasangka yang ada dalam konteks sejarah mereka. Mengenali nuansa ini penting karena memungkinkan kita mengapresiasi kompleksitas sejarah: mengakui pencapaian dan kekurangan tokoh-tokoh tersebut. Hal ini juga mendorong kita untuk merenungkan secara kritis bagaimana gagasan berkembang dan bagaimana bias masyarakat dapat tertanam dalam ajaran institusional dan doktrinal. Kesadaran ini sangat penting untuk menumbuhkan pemahaman yang lebih inklusif tentang sejarah agama dan filsafat. Menghargai perbedaan antara menghargai kontribusi tokoh-tokoh ini dan mengkaji secara kritis kelemahan-kelemahan mereka tidak mengurangi arti pentingnya namun malah memperkaya pemahaman kita. Hal ini menggarisbawahi pentingnya untuk terus mempertanyakan dan menantang paradigma lama, terutama paradigma yang secara historis berkontribusi terhadap diskriminasi dan marginalisasi. Refleksi semacam ini juga mengingatkan kita akan pentingnya menghadapi prasangka secara aktif dalam konteks kontemporer, dengan belajar dari kompleksitas yang tertanam dalam sejarah kita untuk membangun masyarakat yang lebih adil.

Page views
1,003
Pembaruan
Desember 25, 2025

Rate the Quote

Tambah Komentar & Ulasan

Ulasan Pengguna

Berdasarkan 0 ulasan
5 Bintang
0
4 Bintang
0
3 Bintang
0
2 Bintang
0
1 Bintang
0
Tambah Komentar & Ulasan
Kami tidak akan pernah membagikan email Anda dengan orang lain.