Berlutut, dan syukurlah, berpuasa, atas cinta seorang pria yang baik.

Berlutut, dan syukurlah, berpuasa, atas cinta seorang pria yang baik.


(Down on your knees, and thank heaven, fasting, for a good man's love.)

📖 Euripides

🌍 Orang yunani  |  👨‍💼 Penyair

(0 Ulasan)

Kutipan Charles Dickens ini membawa pesan mendalam tentang rasa syukur, kerendahan hati, dan pengakuan akan nilai cinta sejati dalam hidup kita. Ketika Dickens menyarankan untuk 'berlutut', hal itu menunjukkan tindakan kerendahan hati dan rasa hormat, menekankan pentingnya menghargai cinta dengan cara yang tulus dan sepenuh hati. Puasa, sering dikaitkan dengan pengorbanan dan refleksi, memperkuat gagasan bahwa cinta sejati adalah sesuatu yang sangat dihargai, terkadang dengan mengorbankan kenyamanan pribadi atau kesenangan duniawi. Dickens mengingatkan kita untuk berhenti sejenak dan mensyukuri cinta, terutama jika cinta itu berasal dari individu yang baik dan mulia, dengan menonjolkan keutamaan dan kekuatan moral yang terdapat dalam kasih sayang yang tulus.

Dalam kehidupan kita yang sibuk dan modern, mudah untuk mengabaikan atau menganggap remeh cinta dan kebaikan yang ada di sekitar kita. Dickens mendorong kita untuk mengakui hal ini secara sadar, dan mendesak kita untuk mengungkapkan rasa terima kasih dengan percaya diri dan tulus. Tindakan 'bersyukur kepada Tuhan' mencerminkan apresiasi spiritual, menunjukkan bahwa cinta adalah anugerah ilahi yang patut dihargai dengan kerendahan hati. Gambaran 'berlutut' juga membangkitkan rasa menyerah dan pengakuan bahwa cinta, yang sering kali menuntut kerentanan, membutuhkan pengakuan tulus dari kita.

Memahami kutipan ini membantu kita menghargai pentingnya kerendahan hati dan rasa syukur dalam membina hubungan yang bermakna. Hal ini mengingatkan kita bahwa kasih sayang, khususnya dari orang-orang yang bermoral lurus, adalah suatu berkat yang patut kita syukuri dengan sepenuh hati. Dengan mempraktikkan kerendahan hati dan rasa syukur, kita memperdalam hubungan kita dengan orang lain dan mengenali rahmat ilahi yang melekat dalam cinta sejati. Kata-kata Dickens bergema sepanjang waktu, menekankan bahwa terlepas dari perubahan masyarakat, nilai-nilai penghargaan dan kerendahan hati dalam cinta tetap abadi dan penting bagi kehidupan yang penuh perasaan.

Page views
56
Pembaruan
Desember 25, 2025

Rate the Quote

Tambah Komentar & Ulasan

Ulasan Pengguna

Berdasarkan 0 ulasan
5 Bintang
0
4 Bintang
0
3 Bintang
0
2 Bintang
0
1 Bintang
0
Tambah Komentar & Ulasan
Kami tidak akan pernah membagikan email Anda dengan orang lain.