Selama perjuangan hak-hak perempuan pada abad ke-19 di Amerika, banyak yang melihat adanya persaingan antara hak bagi orang kulit hitam dan hak perempuan.
(During the 19th-century struggle for women's rights in America, many saw a competition between rights for black people and those for women.)
Kutipan tersebut menyoroti interseksionalitas yang kompleks dalam gerakan keadilan sosial, dan menekankan bahwa perjuangan untuk kesetaraan sering kali dipandang sebagai permainan yang tidak menguntungkan (zero-sum game). Secara historis, kelompok-kelompok yang terpinggirkan seperti perempuan dan orang kulit hitam terkadang diadu satu sama lain, sehingga dapat menghambat kemajuan kolektif. Menyadari perjuangan yang tumpang tindih ini menggarisbawahi pentingnya solidaritas dan memahami beragam pengalaman dalam upaya yang lebih luas untuk hak-hak sipil.